a Hakikat menulis. Menulis adalah sebuah keterampil-an berbahasa yang terpadu, yang ditujukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan. Oleh sebab itu menulis lebih dipahami sebagai keterampilan, dan bukan sebagai ilmu. Sebagai keterampilan, menu–lis membutuhkan latihan (Andreas Kosasih, dkk. 2013: 13).
November(570) October (750) September (721) Cerita Lucu Bahasa Inggris Beserta Arti. Cerita Rakyat Ikan Patin. Contoh Cerita Lucu Remaja. Cerita Islam Tentang Egois. Kisah Sahabat Nabi Pada Bulan Ramadhan. Kumpulan Cerita Lucu Percakapan.
ContohNaskah Drama Tentang Pendidikan Singkat. Materi makalah Kumpulan Contoh Cerpen Cerita Pendek Singkat pendek lucu tentang persahabatan kehidupan sehari-hari islami dan pengalaman. Cerpen fabel hewan berikut ini merupakan. Contoh Cerpen Tentang Hewan Terbaru – Mau membaca sebuah cerita fabel dalam bahasa Indonesia.
Contohcerita pendek singkat tentang persahabatan gadis populer di sekolahku. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Banyak Sekali Jenis Bacaan, Dan Salah Satunya Adalah Cerita Yang Berbentuk Cerpen, Tak Asing Lagi Bukan Dengan Cerita Pendek Yang Dari Sekolah Dasar Kita Telah Mempelajarinya.
Orientasi: Pengenalan atau orientasi merupakan sebuah bagian dimana pengarang memberikan pengenalan tentang penokohan, tema, dan sedikit alur cerita kepada pembacanya. Konlik : Konflik sendiri merupakan bagian dimana terjadi permasalahan dimulai dari awal permasalahan hingga menuju ke puncak permasalahan. Resolusi : Resolusi merupakan penyelesaian dari
CerpenPersahabatan – Siput dan Wijen Pagi yang cerah, seorang gadis yang bernama Putri membuka jendela kamarnya dan membiarkan sinar matahari untuk masuk ke dalam kamarnya. “Hoamm, sejuk sekali udara pagi ini” ucap Putri sambil menghirup udara. “Ting ting” handphone Putri berbunyi tanda pesan singkat masuk.
Lo4Dy. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf yang Menarik dan Cara Membuatnya – Namanya cerita fantasi, pasti jauh dari nuansa dunia nyata. Seperti penggambaran alam sekitar, kalau dalam novel ternama seperti Lord of The Ring ada unsur magis. Unsur pembangun suatu lingkungan sendiri dan tentu saja tidak bisa ditemukan aslinya pada kehidupan nyata. Nah, kali ini Mamikos akan mengulas contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf yang menarik dan cara membuatnya. Yuk, simak! Cara Membuat Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 ParagrafDaftar IsiCara Membuat Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 ParagrafTujuan Membuat Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf1. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Persahabatan2. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Percintaan3. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Keluarga4. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Pendidikan5. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Hewan6. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf untuk Anak-anak7. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf semua Usia8. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf untuk Menulis Novel Daftar Isi Cara Membuat Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tujuan Membuat Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf 1. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Persahabatan 2. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Percintaan 3. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Keluarga 4. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Pendidikan 5. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Hewan 6. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf untuk Anak-anak 7. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf semua Usia 8. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf untuk Menulis Novel josh-hild-1270765/ Fantasi sendiri sangat identik dengan unsur supranatural, kolosal, sihir, science fiksi, dan masih banyak lagi. Ide ceritanya sangat beragam dan jika dinalar terkesan tidak masuk akal. Tapi, justru inilah tujuan pembuatannya, mengajak pembaca untuk berimajinasi seluas-luasnya mengenai dunia dalam cerita tersebut. Bagi pemula mungkin banyak kesulitan saat menulisnya karena wajib ada unsur-unsur pembangun suasana. Tapi, akan jadi mudah jika sudah ada contohnya untuk dijadikan sebagai acuan. Membuat suatu karangan tidak nyata memang tidak mudah karena tidak semua orang memiliki daya imajinasi yang tinggi. Tapi, selalu ada cara dalam membuatnya dari awal sampai selesai, berikut urutannya. 1. Menentukan target pembaca Contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf bisa dibuat dengan menentukan target pembaca terlebih dahulu. Kamu harus bisa menentukan tujuan siapa akan menikmati cerita supaya lebih fokus dan juga membantu menentukan tema. 2. Menentukan tema Langkah kedua adalah menentukan tema karangan. Bebas, boleh apa saja. Pastinya memuat prinsip supranatural, magis atau segala sesuatunya tidak nyata. Ini akan membantu kamu menentukan jalan cerita dan judul. 3. Membuat kerangka Setelah tema dan judul ditentukan, selanjutnya kamu bisa membuat kerangka. Susun dari mulai pengenalan, peningkatan, konflik, klimaks sampai antiklimaks. Sebagai contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf, buat lebih padat saja. Jadi langsung pengenalan, konflik utama, lalu penyelesaian. Tapi, ada juga penulis yang tidak menyelesaikan karangannya. Membiarkan pembaca penasaran dan menerka sendiri seperti apa kira-kira endingnya. 4. Periksa tulisan sebelum di-publish Penting, periksa dulu dengan cara membacanya dari awal hingga akhir. Apakah sudah sesuai dengan ide dari awal, adakah part yang terlewat dan sebagainya. Kalimat tidak usah panjang-panjang supaya nyaman dibaca dan mudah dipahami. 5. Banyak membaca referensi jika masih pemula Setelah di-publish tugas kamu belum selesai. Tunggu respon para pembaca, tentu saat pertama kali masih banyak kritik dan saran. Tetapi, ini akan membangun karanganmu selanjutnya supaya menjadi lebih baik. Membuat contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf berikutnya akan jadi lebih mudah. Semakin banyak membaca referensi, kamu bisa memperkaya wawasan sudut pandang cerita. Jadi, karanganmu tidak akan monoton. Tujuan Membuat Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Pada dasarnya, tujuan membuat tulisan adalah untuk hiburan para pembaca. Terutama fiksi atau fantasi, bukan untuk mengedukasi secara langsung. Meski ada pesan moral positif yang tetap disampaikan melalui karangan tersebut. Orang yang suka membaca pasti lebih cepat berimajinasi sesuai bacaannya. Inilah tujuan dari para penulis. Membawa pembaca untuk ikut hanyut dalam nuansa, suasana, serta emosional yang mungkin dimunculkan. Pada berbagai contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf yang lebih ditonjolkan adalah deskripsi lingkungan. Konfliknya sendiri terbilang standar, tidak terlalu membawa emosi para pembaca. Namun, justru seperti ini yang mudah diterima. Untuk novel fantasi, lebih lengkap. Mulai dari penggambaran lingkungan dan suasana setiap plot digambarkan dengan sangat imajinatif. Kemudian tokoh, karakteristiknya, visualnya dengan penggambaran seperti warna rambut, bentuk rambut, postur, sampai pakaian. Lanjut ke permasalahan yang dialami oleh para tokoh. Jika sudah masuk dalam permasalahan atau konflik, karangan lebih fokus terhadap para tokoh. Bukan lagi menggambarkan seperti pada struktur sebelumnya, yaitu orientasi. Jadi, alurnya jelas dan mudah dipahami. Karena faktor ini lah yang akhirnya pembaca mendapatkan manfaat dari karangan penulis, yaitu hiburan. Meski membutuhkan imajinasi, namun tetap ringan dan tidak banyak teka-teki. Bagi sebagian penulis, mengarang fiksi fantasi lebih digemari karena tidak butuh riset. Cukup memaksimalkan ide saja meski tetap harus memenuhi struktur. Selebihnya, isi tulisan bebas tanpa melibatkan tokoh dan tempat kejadian nyata. 1. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Persahabatan Contoh 1 Luna adalah kurcaci dari negeri Sierra yang suka menyendiri. Ia hidup dibalik rumah jamur miliknya yang terbuat dari jerami. Setiap hari, Luna bermain di sekitar pekarangan rumah yang kini tumbuh subur buah stroberi pelangi. Ya, pelangi karena buah ini berwarna putih saat masih kecil, hijau setelah agak besar, memerah, merah, kemudian ungu. Keunikan ini mejadikan buah stoberi sebagai buah mahal di desa. Banyak penduduk menginginkan untuk membeli karena kecantikan dan juga rasanya. Tapi, Luna hanya menjualnya kepada penduduk desa dalam jumlah kecil. Sebagian besar buah stroberi disimpannya untuk diberikan kepada sahabatnya yang jauh di negeri Surra. Satu-satunya sahabatnya yang kini sakit lumpuh dan hanya bisa bertahan hidup dengan makan stroberi itu. Contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf diatas sudah mencakup orientasi atau pengenalan, konflik, dan penyelesaian atau kesimpulan. Di sini memang tidak tampak nyata seperti apa konfliknya, hanya antara Luna dengan penduduk desa dalam hal jual beli buah stroberi. Berikutnya, ada contoh carita fantasi lain yang bisa kamu simak di bawah ini. Contoh 2 Deanda, burung pipit yang tinggal di rumah pohon menemukan sahabatnya terkulai lemas di atas tanah. Mirina adalah ulat daun cantik berwarna hijau, kekuningan dengan mata cokelatnya yang menawan. Selama beberapa tahun, keadaan desa tempat mereka tinggal mengalami kekeringan. Bahkan, embun yang turun bukan menyebabkan kesejukan tetapi justru membakar dedaunan. Hingga rumah pohon tempat Deanda tinggal tidak menyisakan satu helai daunpun. Deanda iba melihat Mirina, Ia berusaha semampunya untuk membantu Mirina bertahan hidup. Diangkatlah mirina ke rumahnya, kemudian ditinggalkannya untuk mencari daun di negeri entah berantah. Terbang puluhan mil Ia lakukan demi menemukan sesuatu berwarna hijau yang akan memberikan kehidupan bagi sahabatnya. 2. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Percintaan Contoh 1 Miranda bergegas mengenakan sepatu kulit rusa yang sudah mulai sempit. Hari ini Ia akan menemui kekasihnya Dante dari distrik Manoeva yang telah pulang dari perang. Sejurus kemudian dengan kecepatan larinya, dia sudah berada di pintu gerbang istana. Miranda memiliki kelebihan mampu berjalan secepat kilat. Dari kejauhan Dante tampak sempoyongan, darah hitam mengalir terus dari keningnya. Mengendarai singa raksasa miliknya yang juga terluka, Dante mulai masuk area istana. Dante dan beberapa pengawal berhasil pulang dengan selamat. Sisanya, adalah kabar duka yang disambut penduduk Haluleya dengan tangis pilu. Miranda yang berperawakan tinggi senang kekasihnya pulang, sekaligus sedih bahwa ayahnya sendiri tidak berhasil selamat. Contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf diatas sedikit menggambarkan cinta antara Miranda dengan Dante. Juga penduduk Haleluya kepada kerabat, keluarga, dan pasangan. Ada lagi contohnya seperti di bawah ini. Contoh 2 Rose, adalah putri kerajaan salju yang tidak bisa meninggalkan istananya. Dia satu-satunya dalam keluarga yang dikutuk akan langsung terbakar saat keluar. Ini adalah hukuman karena dia telah jatuh cinta terhadap kakak tirinya, Goose. Goose sendiri adalah peranakan serigala yang dirawat orang tuanya sejak kecil. Alasan orang tuanya melarang hubungan mereka karena Goose diramal menjadi orang yang akan menghancurkan kerajaan Salju milik ayah Rose. Goose, meski berwujud manusia, namun naluri binatang buasnya tidak dapat hilang. Saat lapar, dia akan memangsa apa saja yang memiliki darah hangat di tubuhnya. Maka dari itu dijauhkannya Rose, supaya tidak menjadi mangsa saat Goose hilang kendali. 3. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Keluarga Contoh 1 Dalam suatu keluarga terdapat 5 anggota unik dengan kekuatan super. Agi, seorang ayah dengan kemampuan mata laser. Nui, seorang ibu yang dapat meloncat cepat layaknya kutu. Rhae, si sulung perempuan berambut api. Rui, anak laki-laki tangan karet dan Riu gadis cilik dapat menghilang. Penduduk setempat menganggap keluarga ini pahlawan karena banyaknya kasus kejatahan yang berhasil diselesaikan. Meski begitu, Agi dan anggota keluarga lainnya sangat jarang keluar rumah. Mereka tidak percaya diri untuk berinteraksi dengan orang sekitar karena kekuatan super mereka. Hanya sesekali saja keluar untuk membantu saat diminta warga. Selebihnya, keluarga ini hanya berdiam di rumah. Memakan apa saja yang dapat dimasak, kadang mendapat bantuan dari orang sekitar. Meski begitu, mereka bahagia karena saling memiliki. Cukup sederhana contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf di atas. Jika dicari dalam dunia nyata, tentu tidak ada orang dengan kemampuan seperti yang dideskripsikan dalam cerita tersebut. Inilah tujuan dari penulisan fantasi. Contoh 2 Rhone, merupakan keturunan ke-empat penyihir kenamaan di kota Santo. Dia adalah anak lelaki satu-satunya yang diharapkan mampu mengembalikan nama baik keluarganya. Keluarga penyihir ini dikenal melakukan banyak kejahatan terhadap sesama. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Justru, Rhone diajarkan kedua orang tuanya yang telah tiada untuk membantu siapa saja. Orang-orang yang mendapat perlakuan tidak adil adalah targetnya. Rhone bekerja atas keputusan sendiri, menganggap semua orang susah adalah keluarga. Membantu sesama yang membutuhkan adalah jalan hidupnya. Tidak peduli seperti apa pemerintah kota menganggapnya. Dengan membantu orang lain, dia seperti menemukan ayah, ibu, dan kakeknya. 4. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Pendidikan Contoh 1 Di sekolah, Cuprit selalu jadi juara kelas. Kemampuan belajarnya melebihi rata-rata temannya. Setiap kali membaca 1 buah buku, dia hanya butuh waktu kurang dari 3 detik. Berbeda dengan kebanyakan teman-temannya. Cuprit selalu diandalkan dalam setiap pelajaran. Sepulang sekolah, Cuprit masih membantu ayah dan ibunya mencari ikan untuk makan. Di depan jaring yang ditaburnya, dia selalu mengulang memori di otak. Sarat dengan semua pelajaran, perkataan master, semua hal yang didengar dan dibacanya seperti berputar-putar. Dan anehnya, tidak ada satu hal pun dia lupa. Kemampuannya ini yang menjadikannya mudah menjawab semua pertanyaan di sekolah. Di atas adalah contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf bercerita tentang kemampuan anak tidak biasa. Tidak ada konflik dalam penggalan tulisan tersebut, namun tetap bisa disebut sebagai cerita utuh dan bisa dikembangkan. Contoh 2 Cupita mengenal alam sekitar dengan baik meski merupakan anak tidak sempurna. Tidak memiliki indera pendengaran, penglihatan, dan penciuman. Cukup sulit untuknya bertahan ditengah pergaulannya di lingkungan sekolah. Tapi justru dia menonjol dengan indera peraba, tajam merasakan perubahan suhu, udara, dan cuaca. Hari itu Cupita tergesa masuk kelas dengan meraba-raba dinding. Tubuhnya merasakan badai hebat akan segera tiba, bahkan mata batinnya melihat percikan kilat di semua penjuru. Bukan sekali dua hal ini terjadi, ditengah teman pergaulannya Cupita disebut sebagai peramal masa depan. Padahal dia hanya membaca dari fenomena alam sekitarnya yang memberi kabar melalui permukaan kulit dan indera peraba. 5. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf Tema Hewan Contoh 1 Mocca adalah kucing peranakan dengan kemampuan penglihatan menakjubkan. Bulunya yang tebal mampu tegak, tajam layaknya jarum saat merasa terancam. Di hutan Angelo, dimana bersemayam makhluk pemangsa binatang berdarah hangat, dia adalah pahlawan. Menyelamatkan berbagai binatang yang ditemuinya apabila ada ancaman. Bahkan, memberi peringatan kepada semua burung dari tempatnya berpijak hanya dengan menatap. nstingnya akan hal-hal berbau mistis dan mengancam nyawa sangat tajam. Layaknya penjaga, tiap kali Mocca keluar suasana begitu hening. Makhluk pemangsa lain tak akan berani menampakkan wujudnya. Sebab sekali erangan, bahkan kulit dan pembuluh darah hewan sekitarnya akan langsung sobek. Contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf diatas fokus pada satu tokoh yaitu Mocca. Si kucing ajaib penjaga hutan dari kejahatan makhluk lain. Belum ada konflik disini, namun sudah bisa tergambar seperti apa keadaan kehidupan hutan tersebut. Contoh 2 Kawanan ayam betina bertelur emas selalu jadi incaran musang. Bukan untuk dimangsa, tetapi sebagai kekuatan yang akan menjadikannya hidup abadi dan disegani di dunianya. Beruntungnya ayam betina ini memiliki kandang terbuat dari pilar sakti tak kasat mata. Siapa saja yang mencoba memasukinya akan hancur berkeping. Bahkan, tidak semua ayam betina di hutan ini boleh masuk dan tinggal didalamnya. Banyak hewan menginginkan kesaktian dari mengambil telur-telur itu. Bagaimana dengan ayam betina yang sudah terpilih untuk tinggal di dalam kandang? Mereka hidup abadi di dalamnya jika sekalipun tidak pernah meninggalkan kandang. Tugas menjaga sesama supaya tidak ada hewan lain bisa membuka dan masuk kedalamnya. 6. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf untuk Anak-anak Kadang kala dalam menulis karangan fantasi, penulis tidak menargetkan untuk anak-anak. Justru meski dari intro berisi nuansa hutan, alam sekitar, kerajaan dan sejenisnya seolah bisa dikonsumsi oleh semua usia. Nyatanya banyak sekali karangan fantasi yang konten sesungguhnya berisi kekerasan, bias gender, dan sebagainya. Tentu saja ini tidak ramah anak. Meski juga tidak dilarang membuat karangan seperti ini jika tujuan sebenarnya positif. Maka sebelum memberikan kepada anak, orang tua harus tahu dulu. Minimal membaca resensi supaya jelas seperti apa gambaran jalan cerita yang coba disampaikan kepada para pembaca. Salah satu contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf untuk anak seperti di bawah ini. Nuna berusia genap 6 tahun hari ini. Nuna adalah unicorn paling cantik di komunitasnya dan mendapat julukan si biru. Mengapa si biru? Karena matanya, sebagian besar kulit dan rambutnya berwarna biru. Meski jadi kebanggaan dalam komunitas, tapi Nuna tidak bahagia. Dia merasa berbeda dari teman-temannya yang berwarna putih bersih dengan bulu dan rambut merah jambu. Semua hadiah dari teman dan keluarga tidak dihiraukannya. Dia hanya memohon kepada Tuhan supaya bisa berubah menjadi seperti kebanyakan teman-temannya. Ternyata doa di hari ulang tahunnya ini terkabul. Begitu membuka mata, seluruh bulu dan rambutnya berwarna kemerahan, kulitnya putih bersih. Semua orang bersorak keheranan namun ikut bahagia bersama Nuna. 7. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf semua Usia Jika melihat dari film, memang kebanyakan genre fantasi bisa dinikmati segala usia meski tidak semua. Contohnya Harry Potter, bisa ditonton semua usia. Di dalamnya ada edukasi, persahabatan, keluarga, dan pesan positif lainnya. Bandingkan dengan Game of Thrones yang lebih identik untuk kalangan dewasa. Di dalamnya juga terdapat scene yang bukan untuk dikonsumsi anak-anak. Film bisa berlabel untuk kalangan usia tertentu, berbeda dengan sebuah tulisan yang biasanya tidak dicantumkan spesifikasi konsumennya. Mencari contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf bagi semua kalangan usia cukup mudah. Tema ringan seperti hewan, hutan, kehidupan laut bisa jadi referensi. Salah satu ide cerita seperti tulisan di bawah ini. Desa Arca sudah tidak lagi memberikan kedamaian di tengah masyarakat. Desa ini mendapat kutukan dari penguasa angin karena telah melanggar perjanjian suci. Dimana pemuka desa dan masyarakatnya tidak diperkenankan membuat sumur untuk kebutuhan apapun. Jika memerlukan air, maka harus mengambil dari sungai yang ada di bawah bukit di belakang desa tersebut. Namun karena suatu hal, anak dari salah satu pemuka desa mencuri kesempatan menggali tanah di belakang rumah dan ternyata menghasilkan air jernih yang menyegarkan. Ia dan keluarganya bisa mengambil air setiap waktu dengan aman, tanpa harus menempuh perjalanan terlebih dahulu. Tapi kemudian penguasa angin mengetahui hal ini sehingga Ia murka dan memporak-porandakan seisi desa dan juga menyebarkan wabah. Contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf diatas sudah ada permulaan, meski belum menyertakan tokoh sentral. Konflik tersirat dari awal paragraf, lanjut pada paragraf dua dan tiga. Tulisan di atas meski belum sampai penyelesaian, namun sudah dapat diterima sebagai karangan utuh. Beda lagi dengan menulis Novel, dimana perlu penjabaran lebih panjang tiap fase-nya sehingga lebih detail dan menjadikan imajinasi pembaca utuh. Biasanya, penulis sedikit berlama-lama pada bagian intro atau perkenalan. Sebab jalan cerita akan lebih panjang dengan berbagai konflik tambahan di dalamnya. Tidak hanya satu permasalahan, kemudian selesai karena sebuah solusi yang melibatkan tokoh sentral. Meski demikian, beberapa konflik selain paling utama justru membangun cerita. Contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf untuk novel biasanya hanya berupa intro atau sinopsis. Harus dijabarkan secara detail seperti apa karakter penokohannya, konfliknya, hingga fase-fase pada penyelesaiannya. Bahkan interior ruangan saat tokoh ada didalamnya digambarkan secara detail, seperti novel Harry Potter, pada saat berada di dalam ruangan kepala sekolah Dumbledore. Digambarkan bahwa ada pintu besar, lemari buku besar tua berwarna coklat kayu alami. Kemudian kursi dan meja kerja yang tinggi dihadapannya, tangga memutar, burung Phoenix, dan sebagainya. Detail seluruh ruangan digambarkan melalui tulisan. Ini menguji imajinasi pembacanya, melahirkan situasi lokasi sesuai persepsi masing-masing. Contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf yang kemudian dijadikan sebagai inti tulisan tidak perlu detail. Cukup poin pentingnya saja mengenai lokasi, kondisi tokoh, dan apa yang dilakukannya. Sebab, akan sangat dibatasi oleh jumlah kata saat menulis singkat. Kamu bisa menyimak contohnya berikut ini. Contoh Rhoeni, anak gadis berambut api itu terus berjalan diantara semak belukar dan masuk ke dalam hutan belantara. Ia mencari satu-satunya saudara yang hilang sejak 2 hari lalu. Saudara perempuannya adalah sasaran pembunuhan serigala hutan karena tidak memiliki energi api. Serigala hutan amat buas, semakin lapar setelah memangsa satu orang dari desa Api yang memiliki kekuatan seperti dirinya. Terakhir, saudaranya masih kecil diketahui hilang tanpa jejak. Dan hutan adalah satu-satunya tempat paling masuk akal atas kehilangan ini. Semakin masuk ke dalam hutan, semakin ramai suara binatang buas tidak berwujud. Bahkan, sesekali Rhoeni mendengar rintihan kesakitan dan suara minta tolong. Tapi, Ia sangat yakin bahwa itu bukan saudaranya. Penutup Dari penjelasan cara dan contoh diatas, sudah bisa jadi modal untuk mulai menulis bukan? Kamu bisa mulai dari pengenalan terlebih dahulu. Pilih latar bebas, boleh apa saja, sisipkan unsur mistis, magis dan semacamnya seperti contoh cerita fantasi singkat 3 paragraf diatas. Semoga artikel ini bermanfaat untukmu, ya. Jangan lupa kunjungi blog Mamikos Info untuk temukan artikel lainnya yang menarik dan insightful! Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
7 Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan Terbaik Freedomsiana Cerita Fiksi Pendek Tentang Persahabatan Cerpen Cerita Pendek Singkat Persahabatan / Cinta / Lucu Pengertian, Unsur Intrinsik & Ekstrinsik Buku Peci Persahabatan Zahra & Catty Toko Buku Online - Bukukita Cerita Fiksi Singkat Tentang Persahabatan Buku Sahabat Tanpa Cinta Toko Buku Online - Bukukita Persahabatan Ayam Jago dan Anjing Sehingga Bisa Saling Menolong Ebook Anak bacalah cerita fiksi tentang persahabatan kerbau dan gajah setelah itu buatlah kesimpulan dari - Paling Laju Contoh Cerita Fantasi Pendek Tentang Persahabatan Cerita Fantasi Pendek Tentang Persahabatan - Perangkat Sekolah Persahabatan Harimau kecil dan Serigala Kecil Ebook Anak Cerpen Persahabatan Sejati for Android - APK Download Kumpulan Cerita Fiksi Persahabatan - My Quotes a Petualangan Si Ucil Menjadi Berani - Rumah Kurcaci Pos Cerita Fantasi Pendek Tentang Persahabatan 2 Paragraf - Perangkat Sekolah Buku Tentang Sahabat Toko Buku Online - Bukukita 16+ Contoh cerita fiksi persahabatan singkat ideas Cerita 11++ Contoh cerita fiksi pendek tentang persahabatan ideas in 2021 Cerita Cerita Dongeng Fiksi Fabel Persahabatan Kerbau dan Lanjutan Cerpensetelah berbincang cukup lama papa menjelaskan tujuan kedatangan mereka kepada - Kumpulan Cerita Lucu Cerpen Non Fiksi Persahabatan √ 8 Contoh Cerpen Singkat Terbaik Beserta Struktur & Unsur Intrinsiknya Jual Buku Selfie Potret 2 Sahabat & Cerita-cerita Ngawur Lainnya oleh Tjut Riana Adhani, Andari Karina Anom - Gramedia Digital Indonesia Cerpen 3 Paragraf Tentang Persahabatan – Gambaran Cerita Fiksi Tema Persahabatan Timothy Alexander Sandijanto 28 / 6B Cerita Dongeng Fiksi Persahabatan Kerbau dan Gajah Analisis Cerita Pendek Indahnya Sebuah Persahabatan Karya Gunawan Wibisono Di Tinjau Dari Unsur Intrinsik PDF KOMIK & KOMPUTER INFORMASI Kumpulan Cerita Fantasi atau Fiksi contoh cerita fiksi persahabatan √ Contoh Cerpen Persahabatan SD, SMP SMA - Sedih dan Menarik ![Kumpulan] Contoh Cerita Fiksi Pendek dalam Berbagai Tema] Kumpulan] Contoh Cerita Fiksi Pendek dalam Berbagai Tema Kumpulan - Kumpulan Cerita Fiksi, Collection of Fiction. Kumpulan Cerita Fiksi - Persahabatan - Wattpad Cerita Rakyat Tentang Persahabatan Kisah Dua Sahabat Contoh Cerita Fiksi- Pengertian, Jenis, Unsur, Kaidah&Contoh 20+ Contoh cerita fantasi sahabat sejati info Cerita √ 5 Contoh Cerpen Tentang Persahabatan Singkat 2021 SAHABAT BEDA DUNIA" by Yacinta Artha Prasanti Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih - Cerpenmu - YouTube Jual Produk Cerita Fiksi Anak Termurah dan Terlengkap Juli 2021 Bukalapak Contoh Cerita Non Fiksi Tentang Pendidikan Cerita Fiksi – Page 2 – Pojok Biru Buku Rindu Sahabat Toko Buku Online - Bukukita contoh cerpen tema persahabatan yang panjangnya 5 halaman double folio - Cerita Tentang Sahabat Sejati - Contoh Teks Cerita Fiksi Tugas Cerita Non Fiksi Tentang Persahabatan Christabella Aprilia 6C Cerita Fantasi PDF Persahabatan Empat Ekor Lembu dan Seekor Singa Ebook Anak Cerpen tentang persahabatan di sekolah singkat dan menarik - Penulis Cilik Resensi Langit dan Bumi Sahabat Kami Persahabatan Cinta dan Rahasia - Stiletto Book Yuk Review Novel - Kali ini Tere Liye sang penulis berhasil menyogohkan cerita fiksi yang membuat - StuDocu Contoh Butir Asesmen Literasi Tingkat SMP – SMP PSM Kota Madiun Kisah Persahabatan yang Unik Kumpulan Cerpen ~ Ellunar Publisher Contoh Cerpen Persahabatan Terbaik dan Unsur Intrinsiknya contoh cerita fiksi persahabatan Contoh Cerita Fiksi Pendek Singkat - Mosaicone jgn ngasal Siapa tokoh utama dari cerita tersebut?2. Bagaimana watak tokoh Lani dan Komang - Skrip cerita arti sebuah persahabatan KEEFEKTIFAN STRATEGI EPISODIC MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 MAGELANG SKRIPSI - PDF Free Download Buku Persahabatan Singa Dan Tikus bilingual+full Colour Bukukita 35 Contoh Cerpen Singkat, Persahabatan, Pendidikan, Lucu DOC Bindo b alifia natassya - ![Cerita Fiksi] Pukul 1942 Halaman 1 - Cerita Fiksi] Pukul 1942 Halaman 1 - Resensi novel senyum sahabat Persahabatan Beruang Kutub dan Panda Cerita Kita 26 Cerpen Persahabatan Terbaik Yang Penuh Arti 5 Contoh Cerita Fiksi Bertema Legenda, Sejarah, Pendidikan Dll Jual Buku Cerita Sahabat oleh Alberthiene Endah - Gramedia Digital Indonesia PETUALANGAN DUA SAHABAT" by Cinta Ayudiya Kinanti Cerpen Persahabatan, Cerpen Fantasi - Cerpenmu - YouTube cerita fiksi pendek tentang persahabatan - Cerpen Fabel Pendek untuk Anak Persahabatan Rubah dan Bangau 10+ Contoh Cerpen Singkat Dan Panjang Persahabatan Dan Pendidikan Contoh Butir Asesmen Literasi Tingkat SMP – SMP PSM Kota Madiun Paling Laju Contoh Cerita Pendek Singkat Tentang Persahabatan tolong buatkan lewat buku cerita fiksi kalian ini contohnya - 5 Contoh Cerita Fiksi Bertema Legenda, Sejarah, Pendidikan Dll Catatan Blackary05 Non fiksi - Sahabat dan Kehidupan - Wattpad Cerita Fiksi 5 PDF Jual Bintang Indonesia Seri Dongeng Persahabatan Singa Dan Tikus Buku Cerita Edukasi Anak Terbaru Oktober 2021 harga murah - kualitas terjamin Blibli Resensi cerpen “Sahabat” diterbitkan oleh Bobo Contoh Kerangka Novel Tentang Persahabatan – Persahabatan Gajah Dan Semut SC - Toko Online Gema Insani 19+ Contoh cerpen non fiksi singkat info Cerita Contoh Teks Cerita Fiksi - Jenis, Unsur, Struktur dan Kaidah Buku SCARLETT - Kayla Azzura Mizanstore DOC Cerpen Persahabatan Sejati Shinta Zunita - MAKNA PERSAHABATAN DALAM FILM 5 CM Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce 11+ Contoh Cerpen Singkat, Cinta, Lucu, Persahabatan [full] - Ceritaihsan fiksi – Alfath School 10 Rekomendasi Novel Persahabatan Terbaik Terbaru Tahun 2021 mybest Persahabatan Burung Gagak dan Rusa Liang Solusi Resensi “Sahabat Terbaik” 2017 Halaman all - BINDOO PDF Buku Kisah Dua Sahabat bilingual & Full Colour Bukukita Contoh Cerita Fiksi - Pendidikan, Legenda, Sejarah, Pendek, Singkat tolong bantu ringkasan cerita diatas SAHABAT TAK TERPISAHKAN… - Novel Anak Seri Cerita Hebat Anak Berbakat 5-6 Serbuk Waktu, Dunia Senyum ODTW Shopee Indonesia Persahabatan Rubah dan Kuda - Unduh Buku 1-8 Halaman PubHTML5 Cerita Fiksi Tentang Persahabatan
14 Cerita Pendek Persahabatan, Ibu, Keluarga/ Foto Getty Images/iStockphoto/Jub Job Jakarta - Apakah Bunda sering menghabiskan waktu bersama Si Kecil dengan membacakan buku atau mendongengkan sebuah cerita? Kumpulan cerita pendek mengenai kehidupan, ibu, pendidikan, persahabatan, dan keluarga mengandung banyak pesan moral Si Kecil. Aktivitas membaca atau mendongengkan cerita kepada anak bisa menjadi upaya Bunda untuk membangun bonding yang lebih kuat dengan Si Kecil. Selain itu, rutinitas tersebut juga memberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Perbendaharaan kosa kata anak-anak akan semakin meningkat seiring dengan rutinnya Bunda membacakan buku atau mendongengkan cerita. Pola berpikir anak-anak juga akan semakin terasah ketika mereka mendengar atau membaca cerita. Cerita-cerita yang dibawakan tak mesti harus cerita panjang dengan puluhan halaman layaknya sebuah novel. Bunda dapat memperkenalkan cerita-cerita pendek kepada Si Kecil. Cerita pendek atau cerpen juga banyak mengandung pesan moral yang dapat Bunda ajarkan kepada Si Kecil sejak dini. Lantas, apa sajakah kira-kira cerita pendek yang dapat Bunda bacakan kepada Si Kecil? Haibunda telah merangkum cerita-cerita pendek beragam tema yang dapat menjadi referensi pilihan Bunda berikut ini. Pengertian dan cara membuat cerita pendek Sebelum mengetahui beragam cerita pendek dan pesan moralnya, alangkah lebih baiknya Bunda mengenal terlebih dahulu apa cerita pendek atau cerpen. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cerita pendek atau cerpen adalah kisah yang ditulis singkat hingga kata yang berpusat pada satu peristiwa dan satu tokoh sehingga membentuk sebuah narasi tunggal. Cerpen merupakan salah satu genre sastra yang berbeda dengan novel atau drama. Cerita pendek biasanya dibuat dengan beragam tujuan seperti memberikan edukasi moral hingga hiburan. Pada dasarnya tidak ada aturan mengenai bagaimana menulis cerita pendek, karena masing-masing penulis pasti memiliki cara tersendiri dan ide beragam untuk menghasilkan sebuah karya yang menarik. Dikutip dari buku Cerita Pendek dan Cerita Fantasi 2021, terdapat beberapa langkah bagaimana cara menulis cerita pendek yang dapat diikuti, yaitu sebagai berikut Menentukan tema cerita. Mencari ide atau gagasan cerita. Mulai merancang rangkaian cerita. Mengembangkan alur cerita. Memberi judul cerita. Sebenarnya judul cerita juga dapat dibuat ketika penulis hendak menulis cerita pendek. Menyunting cerita misalnya untuk memberi kesalahan ejaan ataupun unsur-unsur lain di dalam cerpen. Setelah mengetahui mengenai apa itu cerita pendek dan bagaimana cara membuatnya, kini Bunda dapat mengenal lebih banyak cerita-cerita dengan beragam tema yang memiliki pesan moral dalam setiap ceritanya. Berikut cerita pendek yang dikutip dari berbagai sumber buku. 1. Cerita pendek tentang kehidupan sehari-hari Cerita pendek bahasa Indonesia tentang kehidupan sehari-hari berikut ini dikutip dari buku Kumpulan Cerita Rahasia Anak Hebat 2018 karya Firmanawaty Sutan. Mantra Sang Juara “Sudah ya, Ma.” Caki menyingkirkan susunya yang masih tersisa setengah. Mama yang sedang mengoleskan mentega ke roti memandangnya heran. “Tadi rotinya enggak habis. Sekarang susunya.” Keluh Mama. Caki memaksakan senyum, “Perutku sudah enggak muat lagi, nih, Ma.” Mama menghela napas maklum. Dia tahu, Caki hari ini akan ulangan matematika. Caki jika mau ulangan selalu begitu. Nafsu makannya mendadak seperti hilang. Untungnya setelah ulangan, nafsu makan anak tunggalnya itu akan kembali seperti biasa. “Ya, sudah. Nih, bawa roti buat bekal saja, ya. Nanti habis ulangan, kamu bisa makan.” Bujuk Mama. Caki mengangguk lemah. Pikirannya benar-benar sudah tersita ke ulangan nanti. “Kamu kan sudah belajar semalam.” Celetuk Kak Wirya di hadapannya. Mama tersenyum maklum sambil mengangkat bahu “Caki gitu, lho. Dia memang selalu begitu kalau mau ulangan.” Caki mengangguk membenarkan. “Iya, aku sudah berusaha. Tapi rasanya, kok, susah jadi juara kelas, ya.” “Kamu sudah bagus Loh, Ki. Sudah lima besar. Kan, sudah lumayan. Iya, enggak?” Mama mengingatkan. “Betul Ki.” Sahut Kak Wirya mengiyakan. Kak Wirya adalah sepupu Caki dari Bandung. Ia baru saja datang semalam. Kabarnya sih, sepupunya ini baru saja dapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Nah, sebelum berangkat, ia mau sekalian pamit dulu kepada Mama dan Papa Caki. “Waktu SD, Kakak malah enggak masuk sepuluh besar di kelas,” lanjut Kak Wirya. “Tapi setelah Kakak punya mantra ajaib, baru deh…” “Hah… mantra ajaib? Mau dong, Kak!” Kak Wirya tersenyum. “Nanti siang ya. Kamu sekarang kan, harus ke sekolah.” “Tapi kan, aku butuhnya sekarang, Kak.” Kata Caki tak sabar. Mama dan Kak Wirya tersenyum melihat tingkah Caki. “Nah, sekarang ilmu pembukanya dulu. Sebelum ulangan Tarik napas. Tenang. Katakan aku bisa. Jangan lupa berdoa. Itu dulu, deh.” Urai Kak Wirya. Caki mendengarkan baik-baik perkataan sepupunya itu. Dia menarik napas panjang dan tersenyum. Ting… tong… “Nah, itu, Om Agus sudah datang,” Mama mengingatkan. “Sampai nanti, ya Kak!” Caki melambaikan tangan sambil berlari kecil menuju mobil jemputannya. *** Pulang sekolah, Caki memeriksa kamar tidur tamu di lantai atas. Kosong. Sepertinya Kak Wirya belum pulang. “Ya, gimana dong. Padahal aku mau menagih janji mantra Kak Wirya.” Gumamnya. Dia ingat, dua hari lagi dia ada ulangan IPA. Akhirnya, Caki duduk saja di meja belajarnya. Dia berusaha konsentrasi, tapi rasanya masih banyak hal yang belum bisa dihafalnya dengan baik. “Sim salabim. Alakazam.” Caki gelagapan. Dicarinya sumber suara tadi. Loh, kenapa Kak Wirya sudah berpakaian seperti Aladin gitu? “Nah, minum!” Kak Wirya menyodorkan segelas air. Warnanya kelabu, keruh, seperti air hujan. Tapi yang ini lebih kental. “Apa ini Kak?” Caki mengernyit muka menerima gelas itu. Didekatinya ke hidung, huek… baunya nggak enak. Dia pun spontan menjauhkannya dari hidung. “Ayo,” desak Kak Wirya. “Huk, huk…” belum juga air terminum, Caki terbatuk. Gelagapan mencari udara segar! Caki masih terus terbatuk. Kak Wirya membantu menenangkannya. Tapi… ah sepertinya aku tadi bermimpi, bisik Caki dalam hati. Dia memperhatikan sepupunya itu. Tak ada lagi baju Aladin, seperti yang dikenakannya tadi. Cukup lama Caki terbatuk, sebelum akhirnya bisa menenangkan diri. Sepertinya tadi ia tertidur sampai dia jadi terbatuk, “Bagaimana?” tegur Kak Wirya. Caki tersipu malu. “Ayo, Kak. Katanya mau mengajarkan aku mantra.” Caki mengalihkan perhatian. “Oke, mana yang mau kamu hafalkan?” Kak Wirya membalik buku di hadapan Caki. “Sains memang banyak hafalannya, ya?” “IPS juga Kak. Bahasa apalagi. Ah, semuanya deh. Mungkin Cuma matematika yang tidak. Eh… tapi enggak juga, sih. Menghafal satuan, aku juga masih sering tertukar.” Serentetan kalimat berhamburan keluar dari mulut Caki. Kak Wirya tersenyum menanggapi. “Ini nih, Kak.” Caki menunjuk halaman buku yang akan dihafalnya. “Aku dari tadi nggak bisa menghafal alat-alat ekskresi pada manusia.” Caki memang merasa kesulitan. Ada saja hafalan yang tertinggal. Paling sering yang ketinggalan itu hati. Menurutnya, mengingat paru-paru, ginjal, dan kulit lebih mudah karena bisa dibayangkan sehari-hari. “Pahaku gatal.” Terdengar suara lirik Kak Wirya. Spontan, Caki melihat ke kaki Kak Wirya. Katanya gatal, tapi kok, tidak digaruk. Dia hanya memperhatikan buku yang dibuka Caki. Tak terlihat kalau pahanya memang gatal. “Apa Kak?” tanya Caki bingung. “Pahaku gatal,” jawab Kak Wirya singkat. “Digaruk dong, Kak. Mungkin tadi digigit nyamuk. Tapi memakai celana setebal itu, kok, masih bisa digigit nyamuk ya?” Caki heran melihat celana jin tebal yang digunakan Kak Wirya. Kak Wirya menoleh menatap Caki. Sepertinya, dia kebingungan mendengar ucapan Caki. Tangannya menunjuk ke halaman buku yang terbuka. “Ini lho, PAru-paru, HAti, KUlit, dan GinjAL bisa disingkat jadi PAHAKU GATAL.” Urai Kak Wirya. Awalnya Caki tak mengerti. Untunglah kakak sepupunya itu mengulanginya sekali lagi. Ternyata membuat singkatan dari beberapa hal yang harus dihafal bisa memudahkan. “Oh, jadi itu mantranya!” seru Caki senang. Dia kini mengerti apa yang dimaksud dengan mantra ajaib oleh Kak Wirya. Kak Wirya lalu asyik memberikan contoh-contoh mantra ajaib lainnya. Ada mantra MEVE BUMAJU SAUNEP untuk urutan planet. Ada juga mantra MEJIKU HIBINIU untuk warna-warna Pelangi. Ternyata, setiap orang bisa menciptakan mantranya sendiri-sendiri. Tidak harus sama dengan orang lain. Yang penting, mengerti dan bisa memudahkan untuk menghafal dengan baik. Cara ini juga dikenal sebagai jembatan keledai. “Memangnya mana keledainya, Kak?” celetuk Caki. “Entahlah. Tapi, yang penting cara ini bisa membantu kita menghafal apa pun dengan mudah.” “Asyik. Aku mau ah, bikin mantra yang banyak. Supaya aku bisa menjadi juara kelas.” seru Caki senang. 2. Contoh cerpen tentang persahabatan Cerita pendek kehidupan yang menceritakan persahabatan dua anak perempuan berikut dikutip dari buku 20 Cerita Manis Majalah Bobo 2016 karya Widowati Wahono. Persahabatan Bunga Matahari Semua teman di kelas tahu aku dan Vina bersahabat karib. Mereka bilang, di mana ada Rani, di situ ada Vina. Namun ada satu perbedaan besar antara aku dan Vina. Aku dari keluarga sederhana, Vina hidup berkecukupan. Untunglah, meski orang tuanya kaya, Vina tidak sombong. Vina bahkan betah main di rumahku yang sederhana. Selain bermain bersama, ada satu hal yang membuat Vina senang di rumahku. Ia sangat menyukai bunga matahari yang tumbuh di halaman belakang rumahku. Sudah beberapa kali Vina mencoba menanam bunga matahari di rumahnya, tetapi selalu gagal. Persahabatanku dengan Vina sungguh menyenangkan. Akan tetapi, aku merasa akan ada masalah besar bagi persahabatan kami. Semua berawal dari rencana Vina untuk merayakan ulang tahunnya. Tia berbisik akan memberikan kado boneka Barbie model terbaru. Caca akan memberi hadiah sepatu berlukis yang sedang trend. Sementara aku, sahabat terdekatnya, bingung akan memberikan hadiah apa. Sore itu, Mbak Ambar heran melihat uang berserakan di dekat pecahan celengan kelinciku. “Loh, kok tabunganmu diambi? Mau beli apa?” tanyanya. “Mbak, kalau seratus ribu, bisa untuk beli tas bagus, enggak?” tanyaku. Mbak Ambar meraih tas sekolahku dan memeriksanya. “Mungkin bisa, tapi tas ini masih bisa dipakai. Tidak ada yang rusak, tuh.” Kata kakakku sambil meletakkan tas itu. Tidak ada yang rusak. Itulah kebiasaan di keluargaku. Kami hanya membeli barang baru kalau barang lama sudah betul-betul rusak atau hilang. Pulang sekolah, aku mampir ke toko peralatan sekolah. Di rak tampak berjajar tas berhias kepala boneka. Juga ada buku tulis dengan kertas aneka warna, kotak pensil, rautan, penghapus, dan penggaris. Semuanya lucu dan menarik. Aku memeriksa harga yang ditempel di sebuah tas yang sangat bagus. Uangku cukup, pikirku lega. Akan tetapi, tiba-tiba aku teringat pada tas baru yang belum sampai sebulan dipakai Vina. Tas itu jauh lebih bagus dari tas yang akan kubeli ini. Aku jadi ragu dan membatalkan niatku membeli tas itu. Sampai di rumah, Mbak Ambar tampak sedang bergegas memasukkan beberapa barang ke dalam tas. “Nenek sakit. Mbak akan mengantar tas ini ke stasiun. Kamu jaga rumah ya.” Keesokan paginya, Vina mengingatkan kami semua agar tidak lupa datang ke rumahnya sore nanti. Apa yang harus aku lakukan? Aku tak bisa ikut pesta tanpa kado. Saking bingungnya, tanpa sengaja aku mengeluh pelan dengan dahi berkerut. Vina menoleh, “Kamu sakit ya?” tanyanya cemas. Ini memberiku ide. Aku mengangguk sambil menampilkan wajah orang sakit perut. Vina segera mengantarku ke UKS. Baru kali ini aku berbohong kepadanya. Aku betul-betul merasa bersalah, tetapi aku tak punya alasan lain untuk tidak datang ke pestanya. *** Jam di ruang tengah berdentang. Saat ini tepat pukul 5 sore. Pasti teman-teman sedang bertepuk tangan, menyambut Vina meniup lilin berbentuk angka 10. “Maafkan aku, Vina. Aku tak punya kado untukmu.” Bisikku sambil mengusap-usap bunga matahari. Langkah kaki Mbak Ambar mengagetkanku,” Ran, bantu Mbak memindahkan tanaman di pot-pot ini ya,” ujarnya sambil mengeluarkan pot-pot kecil dan 2 keranjang rotan. “Aku mau memberi hadiah untuk Bu Ning, guru les matematikaku.” “Aneh, hadIah kok tanaman. Memang pantas?” tanyaku. “Loh, kenapa tidak? Bu Ning suka bunga. Bunga potong, kan, cepat layu. Ini lebih awet.” Terlihat dua pot yang tersisa aku tanami pohon bunga matahari kecil. Kedua pot itu aku susun di keranjang rotan, lalu ku bungkus plastik dan ku hiasi dengan pita besar. Mirip parsel. Besok aku bisa mengantar kado ini ke rumah Vina, pikirku. Esok paginya, aku sudah meletakkan keranjang rotan itu di atas sepedaku. Tiba-tiba mobil Vina berhenti di depan rumahku. “Hei, kau sudah sembuh? Aku khawatir sakitmu parah.” Seru Vina sambil turun dari mobil. Aku tersenyum, “Aku baru mau mengantar kado ini. Belum terlambat, kan?” Vina menjerit kegirangan. Digendongnya keranjang berpita itu. “Wah, kok tau, sih, kalau aku ingin bunga matahari?” Aku senang melihat sahabatku kegirangan. Apalagi melihatnya begitu rajin merawat kedua pohon itu. Anehnya keduanya lalu tumbuh subur dan berbunga. Bahkan ketika akhirnya Vina pindah ke kota lain, ia membawa biji-biji bunga itu untuk ditanam di rumahnya yang baru. Suatu hari, bunyi sepeda motor menderu di depan rumah. Pak Pos menyerahkan sebuah paket untukku. Tak sabar aku buka. Sebuah lukisan dan selembar kartu. Aku bukan tukang kebun yang pintar. Karena itu, aku khawatir jangan-jangan bunga matahari hadiahmu akan mati. Agar abadi, aku coba melukisnya. Lukisan tidak akan mati, meskipun cuaca dan musim berganti. Begitu pula persahabatan kita. Takkan putus meskipun tahun-tahun berlalu dan mengantarkan kita menjadi dewasa. Mataku berkaca-kaca. Ah Vina. 3. Cerita pendek atau cerpen terbaik Cerita pendek terbaik yang penuh pesan moral berikut dikutip dari buku 20 Cerita Manis Majalah Bobo 2016 karya Marya Margareta Erawati. Sepatu Ditukar Makanan “Lalalalalala….” Terdengar senandung Nini di suatu sore yang cerah. Sesekali ia berlari kecil sambil melompat ceria. Hari ini Nini bergembira karena dia berulang tahun. Mamanya tadi menghadiahkan uang seratus ribu rupiah, sesuai permintaannya. Nini ingin membeli sepatu dengan uang tersebut. Nini memang sudah lama ingin membeli sepatu merah muda. Sepatu itu terpajang di etalase toko dekat rumahnya. Sepulang sekolah tadi, Nini melihat tulisan potongan harga di toko itu. Wah, Nini tambah bersemangat menuju toko sepatu itu. “Nah tinggal menyeberang jalan, sampai deh! Tunggu, ya, sepatu, sebentar lagi kau akan menjadi milikku.” Kata Nini dalam hati sambil tersenyum. Baru saja ia akan menyeberang, tiba-tiba ada yang menarik ujung bajunya. “Kak, minta Kak….. Hari ini saya belum makan.” Terdengar suara lirik anak laki-laki. Nini menoleh. Tampak seorang anak laki-laki berwajah sedih dan lesu. Badannya kurus, hanya ditutupi kaos tipis dan celana pendek kumal. Kakinya pun tak beralaskan apa-apa. Nini melihat anak itu dengan iba. Tetapi ia ingin segera pergi ke toko sepatu, takut sepatu itu dibeli oleh orang lain.“Oh ya, aku kan punya uang lima ribuan untuk beli es krim,” gumam Nini. Tangannya langsung merogoh saku bajunya. Buru-buru ia memberikan uang itu kepada anak laki-laki itu. Ketika menerima uang itu, wajah anak itu berubah gembira. “Terima kasih, Kak!” “Ya!” teriak Nini sambil menyeberang jalan. Setibanya di depan toko sepatu, Nini segera masuk. Matanya langsung melihat sepasang sepatu merah muda berpita. “Nah, ini dia yang kucari.” Kata Nini gembira, sambil membawa sepatu merah jambu itu ke kasir. Akan tetapi, setiba di depan kasir, Nini tak bisa menemukan uangnya. Dengan gugup, diperiksanya semua kantong di bajunya, tetapi nihil. Dengan wajah merah karena malu, Nini akhirnya berkata kepada petugas kasir, “Maaf Mbak, saya enggak jadi beli.” Nini berjalan keluar toko dengan perasaan kecewa. Di depan toko, ada dua anak laki-laki yang menunggu Nini. Salah satunya adalah anak pengemis tadi. “Kakak!” sapa anak yang lebih besar sambil menghampiri Nini. “Terima kasih banyak, Kak! Kakak baik sekali memberikan uang seratus ribu kepada adik saya. Uang ini akan kami pakai untuk membeli makan selama beberapa hari. Juga untuk membeli obat Ibu. Sudah dua hari ini, Ibu kami sakit. Ayah kami sudah lama meninggal. Terima kasih banyak ya, Kak, terima kasih. Semoga Tuhan membalas kebaikan Kakak.” Sahut anak itu sambil menundukkan kepalanya berkali-kali. “Ooh… yaa…” sahut Nini sambil terbengong-bengong. Kemudian kedua anak itu pergi bergandengan meninggalkan Nini yang masih tertegun. Beberapa saat kemudian, Nini tertawa sendiri. “Ternyata yang aku kasih tadi itu seratus ribuan, bukan lima ribuan. Pantas saja seratus ribuanku tidak ada! Hahaha…” Entah mengapa, perasaan kecewa Nini tadi langsung hilang, kini ia malah sangat gembira. Bahkan lebih gembira daripada saat ia menerima uang itu dari Mama tadi. Setiba di rumah, Nini segera memeluk mamanya. “Terima kasih ya, Ma. Selama ini Mama sudah baik pada Nini.” Kata Nini sambil tersenyum. Mama yang sedang memasak di dapur, jadi bingung. “Loh, ada apa, Sayang? Mana sepatu merah mudanya?” “Sudah aku tukar dengan makanan dan obat, Ma.” Kata Nini sambil tertawa. Mama bertambah bingung. Kemudian Nini menceritakan kejadian tadi. “Menerima itu menggembirakan. Namun, memberi ternyata jauh lebih menggembirakan hati ya, Ma.” Lanjut Nini. “Ah, anak Mama ini. Bertambah usia, ternyata semakin bijaksana.” puji Mama sambil mengusap lembut rambut Nini. 4. Cerita pendek fantasi Cerita pendek fantasi berikut dikutip dari buku Kumpulan Cerpen Anak Payung-payung Impian 2017 karya Yosep Rustandi. Ransel Ajaib Ibu Toti adalah guru di Sekolah Pelangi. Semua murid sangat mencintainya. Karena Bu Toti ramah, penyayang, menerangkan pelajaran apapun gampang dimengerti, dan mempunyai ransel Ajaib. Ratri juga menyayangi Ibu Toti. Ratri baru sebulan pindah ke Sekolah Pelangi. Tapi Ratri tidak percaya kalau Bu Toti mempunyai Ransel Ajaib. “Tidak mungkin ada ransel Ajaib yang bisa mengeluarkan banyak benda.” Kata Ratri. “Kalau tidak percaya, ikut saja bila berjalan-jalan di tepi hutan,” timpal Asih, teman sebangku Ratri. Bu Toti sering mengajak jalan-jalan murid-muridnya. Dia menerangkan ilmu pengetahuan sambil langsung melihat alam. Bila jalan-jalan, Bu Toti selalu membawa ransel gendong ajaibnya. Ransel berwarna pink muda yang lucu. Di depannya digantung boneka monyet yang sedang tersenyum. Waktu jalan-jalan ke perkampungan di tepi hutan, Bu Toti memberikan hadiah kepada saja yang ditemuinya. Ada yang diberi mi instan, susu bubuk, beras, tepung terigu, cangkul, baju, dan benda lainnya. Semua benda yang diberikan itu dikeluarkan dari ransel gendongnya. “Anak-anak, kita beristirahat di sini. Kita duduk melingkar,” kata Bu Toti setelah memasuki hutan. “Tapi sebelum kita makan, ada yang ingin diberi bagian terlebih dahulu.” Bu Toti mengeluarkan banyak buah-buahan. Ada apel, pisang, pepaya, pear, jeruk, dan semangka. Tiba-tiba bermunculan banyak binatang. Ada kelinci, rusa, kura-kura, monyet, burung, dan entah apa lagi. Ratri terkejut dan takut. “Tenang saja, itu teman-teman Bu Toti, teman-teman kita juga,” kata Asih. Setelah binatang itu pergi, Bu Toti mengeluarkan makanan dan minuman lagi. Setiap siswa mendapatkan sebungkus nasi dan lauknya, sebotol minuman mineral, dan sebuah buah-buahan. Ratri takjub melihatnya. Ransel Bu Toti memang benar-benar ajaib. Menjelang siang mereka pulang. Di perjalanan pulang, Bu Toti menghampiri Ratri. “Ratri tidak usah heran dengan ransel Ibu.” Kata Bu Toti seperti tahu apa yang ada di pikiran Ratri. “Ini adalah ransel ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu menakjubkan. Semakin kita memberikannya kepada orang lain, kepada makhluk lainnya di dunia ini, bukannya menjadi habis, tapi malah semakin banyak.” Ratri tersenyum. “Makanya, Ratri harus pintar, banyak membaca, banyak belajar,” sambung Bu Toti. Ratri memeluk Bu Toti. Dia berjanji akan belajar sungguh-sungguh, membaca sebanyak-banyaknya. Dia ingin mempunyai ransel pengetahuan yang ajaib. Dia ingin menjadi orang pintar yang membagikan ilmu pengetahuannya dengan bijaksana. 5. Cerpen jenaka atau lucu Contoh cerita pendek lucu berikut dikutip dari buku 100 Kisah Jenaka untuk Anak Muslim 2019 karya Gamal Kamandoko. Bukan untuk Aku Mamat berlibur ke rumah neneknya di desa. Kedatangan Mamat disambut dengan sukacita oleh neneknya. Agar cucunya betah, nenek Mamat memperlakukan Mamat dengan istimewa. Untuk makan Mamat, neneknya menyediakan makanan yang enak-enak. Sebelum Mamat tidur, neneknya mendongeng. Setelah Mamat tidur, neneknya tetap terjaga di dekat Mamat untuk menjaga Mamat dari gigitan nyamuk. Pokoknya, nenek Mamat memperlakukan Mamat dengan istimewa. Suatu pagi nenek Mamat menyediakan sarapan. Menunya nasi goreng, dua potong ayam kampung goreng, pisang, dan segelas air putih. Nenek Mamat juga menunggui cucu kesayangannya itu saat sarapan. "Bagaimana, Mat, masakan Nenek enak?" "Wah, enak sekali, Nek." puji Mamat yang membuat neneknya senang. "Nasi goreng bikinan Nenek enak banget. Ayam gorengnya enak banget. Pokoknya semuanya enak banget." "Kalau kamu di rumah, bagaimana dengan sarapanmu?" "Kadang istimewa dan kadang juga biasa-biasa saja, Nek." jawab Mamat jujur. "Tergantung keuangan ibu, kan, Nek?" Nenek Mamat tersenyum dan mengelus-elus rambut Mamat. "Tapi kalau Mamat sedang sarapan di rumah, ibu selalu membuat satu gelas susu, dua lembar roti bakar, dan dua butir telur setengah matang," jawab Mamat. Nenek Mamat menganggukan kepala. Keesokan harinya, Mamat terheran-heran dengan menu sarapan yang disediakan neneknya. Di meja makan telah tersedia dua lembar roti bakar, dua butir telur ayam kampung setengah matang, dan satu gelas susu. "Kenapa Mat?" nenek Mamat terkejut karena dilihatnya Mamat kurang suka dengan sarapan yang sudah ia sediakan. "Bukankah sarapan seperti ini yang biasa kamu makan di rumah?" "Nek," kata Mamat, "yang biasa sarapan dengan dua lembar roti bakar, dua butir telur ayam kampung setengah matang dan satu gelas susu itu ibu! Bukan Mamat, Nek!" 6. Cerita pendek tentang pelajar atau pendidikan sekolah Cerita pendek pelajar yang mengisahkan mengenai dua anak sekolah berikut ini dikutip dari buku 20 Cerita Manis Majalah Bobo 2016 karya Kemala P. Surat Bu Guru Merah padam wajah Iin ketika melihat Reza merobek-robek surat itu di hadapannya. Ingin rasanya ia menampar anak itu. Tapi dia tak punya keberanian. Cepat-cepat ia membalikkan tubuhnya. Berlari ke luar tanpa mengucapkan apa-apa. Ia kesal. Ia marah. Tapi kepada siapa? Tadi pagi ketika Bu Guru mengabsen, beliau mengeluh. “Lagi-lagi Reza tidak masuk. Ini sudah hari kedua. Siapa yang tahu ke mana dia?” tanyanya. Tak seorang pun menjawab. “Siapa yang tinggal dekat dengan rumah Reza?” tanya Bu Guru lagi. “Iin, Bu!” sahut Meta. “Kalau begitu sepulang sekolah nanti mampir ke kantor. Ibu mau menitipkan surat untuk orang tua Reza.” Kata Bu Guru kepada Iin. Iin tidak berani menolak, meskipun sebenarnya ia enggan melakukan tugas itu. Rumahnya memang berdekatan dengan rumah Reza. Bahkan persis berada di belakangnya. Untuk menuju rumahnya, Iin harus melalui gang yang tertelak di sebelah kiri rumah Reza. Jadi setiap pergi dan pulang sekolah, ia selalu melewati rumah Gedung yang bagus itu. Hanya saja gerbang masuk rumah Reza berada di sisi jalan yang lain. Iin perlu memutari jalan itu untuk ke rumah Reza. Akan tetapi, bukan itu alasannya tak pernah mampir ke sana. Iin merasa agak segan pada anak itu. Reza juga selalu bersikap acuh tak acuh bila Iin lewat di samping rumahnya. “Sudah disampaikan suratnya?” tanya Bu Guru keesokan harinya. Iin mengangguk. Tak berani ia menceritakan hal yang sebenarnya. “Tapi mengapa Reza belum juga masuk sekolah?” tanya Bu Guru lagi. “Apa dia sakit?” Iin menggeleng. “Kalau begitu, tolong berikan surat Bu Guru kepada orang tuanya sepulang sekolah nanti. Mungkin surat yang kemarin belum sempat mereka baca.” Kata Bu Guru. Iin mengeluh dalam hati. Lagi-lagi dia tidak punya keberanian untuk menolak. Kini pun kakinya gemetaran saat dia melangkah memasuki halaman rumah Gedung yang bagus itu. “Surat lagi?” tegur Reza yang sedang asyik bermain dengan anjingnya. “Sini biar ku robek.” Sesaat Iin kaget mendengar sambutan Reza. Ia tersinggung. Rasa marahnya timbul sehingga lupa pada ketidakberaniannya. “Sombong!” katanya geram. Dilemparnya surat Bu Guru ke kaki Reza. “Tuh! Robek-robek sepuasmu. Agar besok aku lagi yang disuruh mengantar surat ketiga ke sini. Apa kamu tidak tahu kalau waktu ku terbuang gara-gara surat itu? Aku harus membantu ibuku, tahu! Orang tuaku tidak kaya. Karena itu, ibuku harus berjualan agar aku bisa sekolah. Tak seperti kamu. Kamu masih sanggup cari sekolah lain kalau kamu dikeluarkan dari sekolah kita. Orang tuamu, kan, kaya. Bisa membayar berapa saja untuk membayar sekolahmu!” tanpa Iin sadari ia sudah menangis tersedu-sedu. Reza terpaku mendengarnya. Dia tidak mengerti mengapa Iin bersikap seperti itu. Dia lebih tidak mengerti lagi ketika Iin tiba-tiba lari meninggalkan rumahnya. Hatinya jadi tidak enak. Semalaman dia tidak tidur. Bayangan Iin yang menaNgis sesudah berteriak-teriak tadi terus mengganggunya. Iin juga tidak bisa tidur semalaman. Dia menyesal karena telah melampar surat itu ke kaki Reza. Seharusnya ia menyerahkan surat itu langsung kepada orang tua Reza. Bukan membiarkan Reza merobek-robeknya. Apa yang harus dikatakannya nanti kepada Bu Guru, bila beliau menanyakan surat itu? Ah…. Iin jadi enggan ke sekolah. Pagi ini dia sengaja bangun berlambat-lambar. “Sudah siang, In. biar Ibu saja yang mengatur pisang itu. Kau berpakaianlah.” Kata Ibunya yang sedang menggoreng pisang. Iin menggeleng lemah, “Saya tidak sekolah, Bu.” Sahutnya dengan suara setengah berbisik. “Tidak sekolah?” dahi Ibunya berkerut. “Kenapa? Ada rapat guru lagi?” Iin menggeleng, pipinya memanas. Tidak enak rasanya mengatakan hal yang sebenarnya pada ibunya. Selama ini ibunya telah berusaha keras agar dia dan adik-adiknya bisa bersekolah dengan baik. Penghasilan ayahnya sebagai pegawai kecil tentu tidak mencukupi. Itu sebabnya ibunya menitipkan pisang goreng dan kue-kue di warung-warung yang ada di sekitar rumah mereka. ibunya juga menjual keripik singkong dan kacang bawang. Karena itu, Iin hampir tidak punya waktu untuk bermain. Ia harus membantu ibunya mengiris singkong dan mengupas kacang. Sebelum berangkat sekolah dia menitipkan jualan ibunya dulu di warung. Itu pula yang membuat dia selalu merasa rendah diri bila berhadapan dengan Reza. “Mbak Iin dijemput temannya.” Lapor adiknya. “Siapa?” tanya Iin heran. Tidak biasanya temannya menjemput untuk berangkat bersama ke sekolah. “Wah kau belum siap? Sudah pukul setengah 7, nih.” Sebuah suara di belakangnya mengejutkan Iin. Iin menoleh dan… termangu. Reza telah siap dengan seragam dan tasnya. “Maafkan sikapku kemarin, In. setelah kupikir-pikir, aku memang salah. Kupikir orang tuaku tidak akan tahu karena mereka sedang berada di luar kota. Aku tidak sadar kalau perbuatanku itu telah menyusahkan kamu.” Kata Reza malu-malu. Mendengar pengakuan Reza, Iin tersenyum senang. Kini dia bisa sekolah dengan tenang tanpa harus memikirkan soal surat kemarin. “Syukurlah kalau kau akhirnya mau sekolah.” Katanya lega. “Itu sebabnya aku ke sini menjemputmu.” Sahut Reza. “Menjemputku? Bisanya kau diantar mobil.” Iin heran. “Mulai hari ini aku akan jalan kaki bersamamu. Masih sibuk, ya?” Reza berjongkok di dekat Iin yang masih mengatur piring di atas nampan. “Sini kubantu. Kau berpakaian saja.” Reza ikut mengatur pisang goreng itu meskipun Iin dan ibunya berulang kali melarang. Akhirnya mereka membiarkan saja karena Reza nampak senang melakukannya. “Di rumah, aku tidak punya teman. Tidak punya kesibukan. Aku janji akan sering datang ke sini untuk membantumu. Tapi kau juga harus janji padaku,” kata Reza. “Janji apa?” “Janji akan membantuku mengejar ketertinggalan selama aku bolos. Mau, kan?” pinta Reza. Iin mengangguk. Diam-diam dia merasa bahagia karena kini Reza telah berubah. Semoga Reza dapat menjadi anak yang begruna di kemudian hari. 7. Cerpen tentang moral kehidupan Cerpen penuh dengan pesan moral berikut ini dikutip dari buku Antologi Cerpen Anak Coretan Pena 2021 karya Rinah Handaiyani. Anoa dan Anak Penggembala Di desa kecil dan terpencil hiduplah keluarga sederhana yang tinggal di ujung desa tepi sungai. Keluarga La Balawa itulah sebutan mereka. Sehari-hari mereka hanya menghabiskan waktu untuk berkebun dan mencari kayu bakar untuk memasak dan dijual ke pasar. La Balawa adalah kepala rumah tangga yang bekerja merantau mengikuti kapal laut, ia meninggalkan Wa Rimba istrinya dan satu anak yang bernama La Hane. La Hane adalah anak yang penurut, setiap hari dia membantu ibunya berkebun dan pergi mencari kayu bakar. Suatu hari, ibunya menyuruh La Hane utnuk pergi mencari kayu bakar di tepi hutan ujung desa. "Hane... Oh La Hane." Panggil Wa Rimba. "Iya Ibu." Jawab La Hane. "Coba kau pergi cari kayu bakar untuk dijual dan buat kita pakai memasak." Ujar ibu La Hane. La Hane pun bergegas pergi ke hutan, jarak antara rumah mereka dengan hutan hanya sekitar satu kilometer. Selain anak yang penurut, La Hane juga adalah anak yang kuat, ia mampu memikul kayu dengan kedua pundaknya tanpa merasa lelah meskipun harus pulang balik antara hutan dan rumahnya. Kali ini tampak tak seperti biasanya, saat sedang mencari kayu bakar, La Hane melihat ada seekor Anoa betina yang terjerat perangkat pemburu hutan. Awalnya La Hane tidak menghiraukannya dan sibuk memotong kayu, tapi tiba-tiba, "Tolong.... Tolong aku." Tangis Anoa dalam keaadaan kaget "Siapa itu?" tanya La Hane. "Tolonglah aku wahai anak yang baik hati, bantulah aku melepaskan jeratan ini." Jawab Anoa. "Ka-kau Anoa bisa berbicara?" tanya La Hane. "Tolonglah aku, jeratan ini sakit sekali. Janganlah takut." Jawab Anoa. La Hane terdiam sejenak melihat Anoa tersebut, La Hane tidak tega melihat Anoa yang telah merintih kesakitan akibat tali jeratan pemburu hutan tersebut. la Hane pun membantu Anoa tersebut. Tetapi saat ingin membuka tali jeratan, pemburu datang untuk melihat perangkapnya. "Astaga pemburu datang!" ujar La Hane. "Anoa aku akan menyelamatkanmu tetapi tunggulah sebentar, pemburu itu datang." Ujar La Hane lagi. La Hane pun bersembunyi di balik daun lebar dan pohon-pohon. "Waahhh.... Anoa ini sudah masuk perangkapku." Ujar pemburu. "Ayah... ayah... kemarilah. Ayo lihat ke sini. Ada Anoa yang sangat besar!" teriak anak pemburu. "Benarkah? Anoa besar telah masuk perangkap kita?" jawab pemburu. "Benar Ayah! Cepatlah sebelum Anoa itu berhasil kabur," ujar anak pemburu. "Iya, tunggulah di situ. Hahaha, hari ini aku menghasilkan banyak uang." "Hei Anoa tunggulah kau di sini, sebentar lagi giliranmu," ujar pemburu. Pemburu sangat senang dan tampak girang karena hasil buruannya. Setelah pemburu pergi untuk mengecek buruannya yang lain di salah satu perangkapnya, La Hane bergegas pergi ke tempat Anoa tadi. Hari sudah semakin siang, La Hane belum juga pulang, ibunya menjadi sangat khawatir. "Dimana anakku ini sudah siang belum pulang juga?" ujar Wa Rima dengan nada cemas. La Hane membuka tali perangkap dengan cepat dan berhati-hati agar tidak ketahuan oleh pemburu dan Anoa tidak merasa kesakitan. Dan La Hane pun berhasil membuka perangkap tersebut. "Anoa ikatanmu sudah terlepas sekarang, pergilah kau," ujar La Hane. "Aku akan ikut denganmu, rawatlah aku dengan baik maka hidupmu akan berubah," jawab Anoa. "Ta-tapi...," tiba-tiba La Hane memotong pembicaraan. "Ayolah cepat bawa aku ke rumahmu, sebelum pemburu itu datang dan menangkapku lagi." "Iyaa baiklah. Ayo segera ikuti aku." La Hane dan Anoa berjalan keluar dari hutan, hari sudah sore dan mereka pun tiba di rumah. Alangkah terkejutnya ibu La Hane melihat Anoa yang dibawa oleh anaknya. "Hane, Anoa siapa ini?" tanya Wa Rimba. "Ibu, Anoa ini ku tolong dari perangkap pemburu dan dia kesakitan akibat perangkapnya, Anoa ini akan dibunuh dan dijual," jawab La Hane. "Jadi apakah kita rawat saja Anoa ini Sambil menunggu jikalau tiba-tiba pemiliknya mencarinya." "Iya Ibu, kita rawat saja, lagi pula Anoa ini ku dapatkan dari hutan, jadi tidak mungkin ada yang memilikinya," jawab La Hane. "Sudahlah kalau begitu sekarang kau makan dulu, ibu akan menyimpan Anoa ini di belakang rumah kita," ujar Wa Rimba. Setelah Anoa tersebut dirawat dan dipelihara oleh La Hane dan ibunya, kehidupan mereka berubah. La Hane menjadi seorang anak pengembala Anoa dan semua Anoa mereka tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Sehingga ayah La Hane tidak perlu lagi pergi merantau dan sibuk mengurus Anoa bersama keluarganya. 8. Contoh cerita pendek atau cerpen tentang motivasi Cerita pendek anak yang penuh motivasi berikut ini dikutip dari buku Cerita Anak Hebat 2017 karya Verena Mumtaz dan Ferlina Gunawan. Bola Voli Seta "Smash!" Dio dan timnya makin bersemangat mengalahkan lawan. Dio men-smash bola, lawan tidak siap menerima bola Dio, hingga bola jatuh ke daerah lawan. Penonton bersorak ketika tim Dio dinyatakan menang. Namun Seta kesal melihat itu semua. Ia membayangkan dirinyalah yang men-smash bola itu. Ini semua gara-gara Kak Tia, desahnya. Pertandingan telah usai. Para pemain yang dulunya adalah tim Seta, berkerumun di bawah pohon. Mereka menceritakan pengalaman mereka ketika bertanding. Seta mendengarkan dengan hati sedih. Ia menyesal mengapa Allah menakdirkannya menjadi orang cacat. Dan sedihnya lagi, ia tidak bisa bercerita seperti mereka. Seta pulang dengan langkah gontai. Andai saja dia tahu akan terjadi kecelakaan waktu itu, pasti dia akan menolak ajakan Kak Tia melihat sirkus. Kecelakaan itu merenggut kakinya sampai lutut. Sejak itu, bola voli hanya menjadi kenangan bagi Seta. Tak ada lagi sorak-sorai meneriakkan namanya ketika mencetak skor. Seta merasa menjadi anak yang tak berguna. Tidak bisa bermain dengan teman-temannya, tak bisa berlari dengan gesit. Kini hidupnya bergantung pada kruk penyangga kakinya. "Ada apa, Seta? Kok cemberut?" Kak Tia menyambut kedatangan Serta serta mengurungkan niatnya masuk rumah. Ia memilih duduk di teras. "Enggak, kok." Jawab Seta dengan wajah kesal. "Kamu pasti sedih karena tidak bisa bermain voli lagi." Seta hanya terdiam, lalu tidak bisa membendung air matanya. "Seta, maafkan Kak Tia ya? Tetapi Kak Tia yakin Seta bisa menjadi orang yang sukses meski pakai kruk. Ada banyak orang yang tidak sempurna bisa sukses. Kalaupun Seta tidak bisa bermain voli lagi, mungkin Seta bisa menjadi wasitnya." Hibur Kak Tia. Seta memandang Kak Tia. Dia semakin kesal melihat wajah kakaknya. "Ini semua gara-gara Kakak!" jerit Seta. Seta berdiri lalu masuk ke rumah. *** Kini Seta lebih suka melihat pertandingan voli, tidak hanya dari lapangan tetapi juga di televisi. Ketika ia melihat wasit bola voli hanya berdiri di samping net sambil mengawasi jalannya pertandingan, terbesit dalam hati Seta untuk menjadi wasit juga. Sejak itu, Seta mulai mengamati kerja wasit ketika pertandingan, membaca aturan permainan, dan lebih jeli melihat kapan bola jatuh ke daerah lawan dan menambah skor. Dia juga membaca informasi di internet, dan kadang Seta berbicara sendiri ketika melihat teman-temannya berlatih, seakan dia wasit yang andal. Pada suatu ketika, Andi tidak masuk. Andi yang setiap hari menjadi wasit mendadak pindah ke luar kota. Teman-teman dalam tim kebingungan mencari wasit. Kelompok mereka sudah pas, dan menjadi wasit pun tidak semua orang bisa. "Bagaimana ini?!" kata Nizar khawatir. "Iya, kalau tidak ada wasit, kita tak bisa latihan..." ujar Fandi. Anggota tim bola voli itu bingung, jadwal yang telah mereka rencanakan terancam batal, padahal seminggu lagi mereka akan bertanding. "Aku bisa menggantikan Andi," kata Seta penuh percaya diri. Teman-teman Seta menoleh ke arah Seta dengan tidak percaya. "Mana mungkin kamu bisa?" tanya Dio. "Wasit harus adil. Wasit juga harus paham aturan permainan seperti kapan bola dikatakan masuk, dan setiap pemain harus bermain sesuai tugasnya, seperti tasser yang tidak boleh men-smash bola," jelas Seta meyakinkan. Teman-teman terhenyak mendengar penjelasan Seta. Akhirnya mereka menerima Seta menjadi wasit. Dio memberikan peluit kepada Seta dengan ragu. Berkat bantuan Dio, Seta dapat naik ke panggung kecil di samping net. Ia mengawasi permainan teman-temannya dengan saksama. Mereka menyukai Seta karena ia wasit yang adil. Seta merasa senang karena meski tidak bermain, ia bisa menjadi bagian dari permainan voli. Sekarang Seta tak lagi menyesali kemalangannya. Bahkan ia sangat bersyukur, Kak Tia benar, meski tidak menjadi pemain, aku bisa menjadi wasitnya, batin Seta. 9. Contoh cerpen keluarga Contoh cerita pendek kehidupan yang bercerita tentang sebuah keluarga berikut dikutip dari buku 20 Cerita Manis Majalah Bobo 2016 karya Nur Ayati. Kado Buat Keluarga Hari ini Titin kelihatan murung. Lia, teman sebangkunya jadi heran. "Minggu depan aku ulang tahun. Aku ingin sekali dirayakan. Tetapi Ayah sedang tidak punya uang. Dan kata Ibu, kalaupun ada uang, akan digunakan untuk biaya adikku masuk sekolah." Jawab Titin. "Loh, orang tuamu benar, kan?" ujar Lia. Titin mengangguk berat, ia tahu bahwa itu betul, tetapi ia ingat saat ia datang ke pesta ulang tahun Lia. Meriah sekali. Rumah Lia dihias warna-warni. Ada kue ulang tahun dengan krim warna-warni juga. Lia menerima banyak kado. Temannya itu tampak sangat senang. Nah, inilah yang sangat diharapkan Titin. Kalau ulang tahunnya tak dirayakan seperti itu, rasanya tak mungkin ia mendapat banyak kado berwarna-warni. Selama di kelas, Titin tidak bisa konsentrasi belajar. Lia berusaha menghibur temannya. Sepulang sekolah, Lia mengajak Titin mampir ke rumah tantenya. Ia ingin mengembalikan buku yang dipinjam mamanya. Di tengah perjalanan, Lia berkata, "Bagaimana kalau acara ulang tahunmu dirayakan di rumahku saja? Pasti mama dan papa senang," ujar Lia. Tentu saja, Titin kaget dan senang. Tetapi setelah berpikir sejenak, ia menolak tawaran Lia. Titin tidak mau merepotkan keluarga Lia. Lagipula, orang tua Titin pun pasti tidak setuju. "Buku apa, sih, yang dipinjam mamamu?" tanya Titin kemudian, berusaha mengalihkan perhatiannya. "Buku kerajinan tangan dari bahan bekas. Bagus-bagus deh. Cara membuatnya juga mudah." Jawab Lia sambil memperlihatkan buku tantenya. Titin senang sekali melihat berbagai hasil kerajinan tangan yang ada di buku itu. Tiba-tiba ia mendapat ide yang cemerlang. "Lia, boleh aku pinjam buku ini?" tanya Titin. Lia berpikir sejenak. "Mmm, sebaiknya buku ini kita antar dulu ke rumah tanteku. Nanti di sana kamu bisa meminjamnya pada tanteku," ujar Lia kemudian. Titin setuju. Tentu saja, tante Lia mau meninjamkan buku itu kepada Titin. Esok harinya, pulang sekolah, Titin langsung masuk kamar. Ia lalu sibuk mengumpulkan kain-kain bekas dan beberapa botol bekas air mineral. Ia juga membolak-balik halaman buku kerajinan tangan milik tante Lia. Sepanjang hari Titin berada di kamar. Ia hanya keluar jika ingin makan atau ke kamar kecil. Wajah Titin tampak begitu ceria. Ibu Titin agak bingung. Ia mengira Titin akan bersedih karena ulang tahunnya tidak dirayakan, tetapi Titin kelihatan begitu gembira. Dengan cemas, Ibu membuka pintu kamar Titin pelan-pelan. Oo, tampak Titin sedang menggunting-gunting kain warna-warni dan menempelkannya di beberapa botol kosong. Ibu pikir Titin sedang mengerjakan tugas prakarya sekolah. Ia membiarkan Titin dengan kesibukannya. Tak terasa waktu terus berjalan. Hari ulang tahun Titin pun tiba. Pulang sekolah, Titin agak kecewa karena ia tidak melihat kue ulang tahun dan hiasan warna-warni di rumahnya. Tetapi Titin berusaha berbesar hati. Bahkan Titin kini merasa bahagia karena ia tidak merepotkan orang tua. Ia juga senang karena adiknya akan segera masuk sekolah. Ah, pasti adikku lucu sekali di hari pertama sekolahnya, gumam Titin. Malam harinya, Titin meminta Ayah, Ibu, dan Adik berkumpul di ruang tamu. Setelah semua berkumpul, Titin meminta semua berdoa untuk kebahagiaan keluarga. Titin lalu masuk ke kamarnya dan kembali ke ruang tamu sambil membawa 3 bungkusan. "Ini untuk Ayah, ini untuk Ibu, dan ini untuk Adik." Titin memberikan tiga buah bungkusan. Adik Titin girang sekali. Ia langsung membuka bungkusan itu. "Oho, boneka beruang. Lucu sekali. Terima kasih, Kak." Ucapnya sambil melompat-lompat. Ayah dan Ibu agak bingung sejenak. Mereka langsung membuka bungkusan masing-masing. Ow, Ayah mendapat wadah alat tulis. Ibu juga sangat gembira, karena mendapat wadah kosmetik. Mata Ibu berkaca-kaca. "Memang kami yang mendapat hadiah, Tin? Ini kan, hari ulang tahunmu. Seharusnya kami yang memberikan kado untukmu." Ucap Ibu. Titin tersenyum. "Hari ini hari ulang tahunku. Berarti hari bahagia buatku. Jadi aku harus membagi kebahagiaanku kepada Ayah, Ibu, dan adik kecilku. Kata guru agama di sekolah, memberi lebih baik daripada meminta. Aku tidak boleh mengharapkan kado dari orang lain. Sebaiknya aku yang memberi kado kepada orang agar ulang tahunku lebih berguna." Lanjut Titin. "Kado-kado ini aku buat dengan meniru contoh dari buku milik tante Lia." Ayah dan Ibu berpandangan penuh haru. Anak perempuan mereka begitu manis dan baik hati. "Oh ya, kebetulan tadi Ibu beli abon di pasar. Kita makan nasi goreng abon ya," kata Ibu sambil berjalan menuju dapur. "Horeee!" teriak adik Titin girang. Nasi goreng buatan Ibu enak sekali. Sebelum makan mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Ternyata hari ulang tahun Titin jadi meriah juga meskipun tidak ada kue ulang tahun dan hiasan warna-warni. 10. Contoh cerpen tentang ibu Contoh cerita pendek tentang ibu berikut ini dikutip dari buku Kumpulan Cerpen Anak Payung-payung Impian 2017 karya Yosep Rustandi. Payung-Payung Impian Ibu adalah pedagang payung. Bangunan kecil dibuat di halaman rumah. Itulah warung Ibu. Di depannya dipasang spanduk bertuliskan "Payung-payung Impian". Itulah nama warung payung Ibu. Payung warna-warni bergantungan di sekeliling tembok warung. Ada juga payung yang dibuka. Calon pembeli biasanya bergaya memakai payung sambil bercermin. Ibu memang memasang cermin besar di dinding. Pulang sekolah, aku sering menemani Ibu menjaga warung payung. "Bu, kenapa warung kita dinamai Payung-payung Impian?" tanyaku suatu hari. "Kan, itu ide dari Kinan sendiri." Jawab Ibu. Aku tersenyum mengingat pengalaman setahun lalu. Sudah 2 tahun Ibu membuka warung payung. Awalnya karena Ayah meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Beberapa bulan setelah bersedih terus, Ibu memutuskan untuk membuka warung payung. Payung berbagai ukuran, berbagai corak dan warna, dikirim dari pengrajin payung kenalan Ibu. Setiap hari Ibu membuka warung dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore. Walau tidak ada pengunjung, Ibu selalu membuka warungnya. Aku sering bersedih bila sampai siang saat aku pulang sekolah belum ada seorang pun calon pembeli yang datang. Karenanya, setelah pulang sekolah aku sering menemani Ibu menunggui warung. Sebenarnya sejak naik ke kelas 5 SD, aku semakin sibuk. Ekstrakulikuler menggambar yang aku ikuti sejak kelas 2 membuatku semakin rajin ke sekolah. Ya, karena saat pemilihan ketua sebulan yang lalu, aku terpilih menjadi wakil ketua. Aku dan Nina yang menjadi ketua diminta Bu Erum untuk melatih anak-anak baru dalam menggambar sketsa. "Kalau kamu ada kegiatan di sekolah, tidak usah menemani Ibu." Ibu selalu berkata begitu bila melihat aku ragu-ragu untuk pamit ke sekolah lagi. "Tapi Kinan kasihan Ibu harus bengong sendirian menunggui payung." "Tidak apa. Ibu harus belajar lebih bersabar." *** Suatu malam Ibu masuk ke kamarku. Buku yang sedang aku baca disimpan di kasur. Pikirku, ini tidak biasa. Kalau Ibu menemani aku tidur, biasanya Ibu masuk setelah aku tertidur. Bukan saat membaca seperti ini. Selepas makan malam Ibu biasanya menjahit kain untuk payung dan memasangkannya ke rangka payung. Ya, selain berjualan, Ibu juga belajar membuat payung sendiri. "Besok Ibu mau berjualan di pasar kaget Lembang. Biasanya hari Minggu suka ramai pengunjung," kata Ibu. "Kalau Kinan mau ikut, tidurnya jangan terlalu malam." "Wah, Kinan pasti ikut, Bu." Tentu yang ada di pikiranku adalah jalan-jalan menyenangkan ke pasar kaget pada hari Minggu. Seperti dulu waktu Ayah masih ada. Seperti bila Nenek datang berkunjung. Tapi, perjalanan ke pasar kaget kali ini tidak seperti dulu. Subuh-subuh Ibu sudah membangunkanku. Setelah shalat subuh, kami berdoa semoga payung-payung itu laku. Setelah itu kami sarapan nasi goreng, lalu berangkat dengan membawa 2 tas besar berisi payung-payung. Tentu saja tidak ringan membawa 2 tas besar berisi payung-payung. Ibu menggendong tas yang satu dengan badan sedikit membungkuk karena berat. Aku sendiri tidak mampu mengangkat tas sendirian. Jadi, ibu menggendong satu tas di pundaknya, dan tangan kanannya membantuku menggotong tas yang satu lagi. Mencari tempat berjualan di pasar kaget ternyata tidak gampang. Tempat-tempat yang nyaman untuk berjualan sudah ada pemiliknya. Akhirnya Ibu mendapatkan tempat di ujung pasar, dekat lapangan bola. Udara masih dingin, matahari baru tampak semburat merah, tapi kami sudah berkeringat. Payung-payung pun dipajang. Sebagian dibuka. Semakin siang pengunjung semakin banyak. Tapi sampai pasar kaget ditinggalkan pengunjung, tidak ada satu payung pun yang terjual. Setelah Ibu membeli semangkuk bakso dan kami makan perbekalan nasi, Ibu mengajak pulang. Sampai di rumah, hari sudah siang. Meski saat ini awal musim hujan, biasanya dari pagi sampai tengah hari udara masih cerah. Aku ke dapur mengambil air putih. Saat masuk lagi ke dalam rumah, aku melihat Ibu menangis. "Kenapa, Bu?" tanyaku sambil menatap Ibu tidak mengerti. Ibu memeluk aku erat sekali. "Maafkan Ibu, membawamu ikut susah." Kata Ibu disela isaknya. "Payung-payung ini impian Ibu. Ibu bermimpi bisa membiayai hidup kita, bisa menyekolahkanmu setinggi mungkin. Tapi ternyata tidak gampang berjualan payung." *** Karena hujan semakin sering, Ibu memberi aku sebuah payung. "Bu, boleh kalau payung ini Kinan gambari?" tanyaku. "Sudah lama Kinan bermimpi punya payung yang ada cerita bergambarnya." "Boleh saja, payung itu sudah jadi milik Kinan." Aku pun menggambari payung dengan cerita bergambar lucu. Siapa sangka, dua hari kemudian ada 3 orang teman yang mau membeli payung, asal digambari seperti payungku. Ibu menyambut gembira kabar itu. Dia segera sibuk membuat sketsa gambar. Aku membantu mewarnainya. Oh iya, Ibuku itu pintar menggambar. Sekolahnya dulu adalah Fakultas Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia. Pernah juga Ibu bekerja selama satu tahun di galeri lukisan. Tapi, setelah menikah Ibu berhenti bekerja. Ibu kemudian mengajari aku menggambar sejak aku usia 2 tahun. Sejak itu, payung yang digambari cergam lucu semakin banyak yang memesan. Teman-temanku berfoto selfie dengan payung-payung itu di internet. Akibatnya, payung di toko semakin laku. Dan pemesanan lewat internet membuat kami semakin sibuk. "Kita namai saja warung kita itu payung-payung impian," kata Ibu suatu waktu. Aku mengacungkan jempol. Lalu kami berpelukan. Kami bersyukur, warung Payung-payung Impian sekarang sudah banyak pelanggannya. 11. Contoh cerita pendek tentang perjuangan Cerpen tentang perjuangan seorang anak ini dikutip dari buku 20 Cerita Manis Majalah Bobo 2016 karya Hadi Pranoto. Jalan Telah Terbuka Masa menjelang kenaikan kelas adalah masa yang amat menyenangkan bagi murid-murid. Ulangan umum sudah selesai, suasana di sekolah santai. Tinggal menantikan hari pembagian rapor yang menentukan kenaikan kelas. Sesudah itu, libur panjang, oh senangnya. Ada anak yang sudah merencanakan bertamasya ke luar kota ataupun ke luar negeri. Ada yang ingin menghabiskan waktu untuk mengerjakan hobi. Seperti si Mila yang ingin membuat permadani dari benang wol. Atau Guno yang ingin mengerjakan prakarya dari tripleks sepuasanya. Bagi Wardana, libur besar nanti mempunyai arti khusus. Ia akan naik ke kelas 6 SD. Libur ini akan diisinya dengan mencari uang. Pamannya, Mang Inang bekerja sebagai kuli bangunan di sebuah kantor. Kantor itu akan merenovasi ruangan di lantai 2. Wardana boleh ikut membantu. Upahnya sehari dan ia diberi makan siang. War, demikian nama panggilannya, sudah membayangkan bahwa selesai liburan, ia akan mempunyai uang kira-kira Ia akan membeli sebuah payung besar. Payung itu untuk disewakan pada orang-orang di pertokoan yang membutuhkannya. Ibunya juga perlu modal untuk membuat kue cucur. Sisa upah akan ia belikan buku pelajaran untuknya sendiri dan adiknya, Wirya. Nah pada hari pertama liburan, pagi-pagi sekali War sudah berangkat ke rumah pamannya. Mang Inang sedang minum kopi dan menikmati pisang goreng. Bibinya menyambut dan membuatkan teh manis. "Rajin sekali kamu, War!" kata Mang Inang. "Pegawai baru harus rajin, Mang!" jawab War. Semua tertawa. Kemudian Mang Inang dan War berangkat ke kantor. War diperkenalkan pada Pak Rudi, pimpinan proyek. "Kecil amat. Kelas berapa si War, Mang Inang?" tanya Pak Rudi. "Kelas 5, Pak!" jawab Mang Inang. "Baru naik kelas 6, Pak. Walaupun kecil saya kuat dan rajin!" kata War. Pak Rudi dan Mang Inang tertawa. War pun mulai bekerja. Mang Inang dan kawan-kawannya membongkar sekat-sekat kayu sehingga ruangan lantai dua yang tadinya terdiri dari kamar-kamar menjadi ruangan luas. War membantu mengangkut kayu-kayu dan ubin-ubin bongkaran ke gudang di lantai satu. "Kriiing!" pukul setengah 12 bel berdering. Waktu istirahat telah tiba. War diajak makan di sebuah warung. "Kamu pesan saja satu macam lauk, satu macam sayur, dan tahu atau tempe. Jangan pesan daging sapi, daging ayam, dan ikan sekaligus. Setiap kali makan pilih salah satu!" pesan Mang Inang. War makan dengan nikmat. Setelah selesai makan, War mau ke atas untuk bekerja lagi. "Istirahat saja dulu. Tunggu bel berbunyi baru masuk lagi!" kata kawan-kawannya. Tapi War mengatakan ingin melihat-lihat halaman kantor. Di halaman kantor, sebuah mobil masuk. Seorang bapak keluar dari mobil. Ia membawa sebuah tas kantor dan sebuah bungkusan plastik besar. "Pak, boleh saya bantu bawakan?" tanya War dengan sopan sambil menunjuk bungkusan plastik itu. "Kamu siapa?" tanya bapak itu. "Saya War, keponakan Mang Inang. Saya membantu proyek bangunan di lantai dua," jawab War dengan jelas. "Oh, baiklah kalau begitu!" Bapak itu menyerahkan bungkusan plastik. War membawa bungkusan tersebut, lalu mengikuti bapak itu. Mereka masuk ke sebuah ruangan. "Terima kasih, ya!" kata bapak itu. War pun kembali bekerja. Sekali-kali Pak Rudi datang dan mengamati kerja mereka serta memberi petunjuk. Tak terasa 10 hari kemudian, hujan turun mendadak. War melihat banyak karyawan yang turun dari mobil atau kendaraan lain dalam kondisi kehujanan. Banyak yang tidak menyangka akan turun hujan. "Pak Rudi apakah ada payung? Saya songsong bapak-bapak dan ibu-ibu yang tidak membawa payung supaya tidak kena hujan!" kata War, Pak Rudi meminjamkan payung. Para karyawan sangat senang. Ada karyawan yang berkata, "Pak Rudi, hebat juga, nih, anak buahnya!" Pak Rudi senyum gembira. Mulai hari itu banyak karyawan yang mengenal War. Kemudian beberapa dari mereka lantas ada yang membawakan baju bekas dan ada pula yang memberikan kue kepada War. War juga suka membantu mereka. Kadang-kadang karyawan yang di atas menitipkan sesuatu untuk karyawan yang bekerja di lantai 1 dan sebaliknya. Setelah bekerja 3 minggu, War dan Mang Inang dipanggil Pak Rudi. "War, kamu sudah bekerja dengan baik. Sikapmu juga sopan dan suka menolong. Seminggu lagi proyek ini selesai. Bagaimana kalau kamu seterusnya membantu di sini? Mang Inang sudah memberitahu kalau sekolahmu masuk siang. Kamu bisa bekerja dari pukul 7 hingga set 12 siang. Begitu bel istirahat berbunyi, kamu boleh pulang dan bersiap-siap ke sekolah. Tugasmu mengantarkan surat dari satu bagian ke bagian lain dan pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya, misalnya mengelap jendela, membuang sampah, dan sebagainya." Pak Rudi menjelaskan. "Mau, Pak Rudi, terima kasih!" kata War. Hatinya berbunga-bunga. Sore itu, War pulang dengan amat gembira. Ia bisa membayar uang sekolahnya sendiri dan masih bisa menabung setiap bulan. Jalan sudah terbuka baginya. Satu hal yang tidak disadari War adalah bahwa keberuntungan ini diawali oleh sikapnya yang rajin, sopan, dan suka menolong. 12. Cerpen tentang lingkungan Cerpen anak tentang lingkungan berikut dikutip dari buku Kumpulan Cerita Anak, Es Krim dari Sampah dan Cerita Lucu Lainnya! 2014 karya Tethy Ezokanzo dan Mantox Studio. Es Krim dari Sampah Sore itu, Pompom dan teman-teman bermain bola di taman. Mereka berlari, melompat dan menangkap bola dengan lincah. "Hosh... hosh... hosh... capek." Pompom membungkuk memegang lutut. "Istirahat dulu, yuk!" ajak Ditdot sambil mengeluarkan botol minum. "Ahhh, aku lupa membawa minum," erang Pompom. "Minum punyaku saja," tawar Ditdot. "Mhh... asyiknya kalau makan es krim" gumam Pompom sambil minum. Tapi uang Pompom sudah habis, ia hanya bisa membayangkan segarnya es krim. "Kita main lagi, yuk!" Ditdot berdiri sambil menepuk Pompom. "Ayo Pom, lempar bolanya! Hei, melamun, ya," tegur Moni. Pompom terdiam. Pandangan matanya tertuju pada Pak Krebi yang mengorek-ngorek tong sampah. "Kasihan Pak Krebi mencari makanan di sampah." Kata Pompom, "Pak Krebi sedang memilah sampah, kok." Sahut Moni terbahak. "Untuk apa?" tanya Pompom heran. Pompom segera menghampiri Pak Krebi. "Hai Pak Krebi! Bapak sedang cari apa?" tanya Pompom. "Oh, ini!" Pak Krebi mengacungkan botol bekas. Lalu ia memasukkannya ke kantong penuh botol dan kaleng bekas. "Ini dapat dijual, lho!" Pak Krebi menjawab keheranan Pompom. "Mahal ya?" tanya Pompom. "Harganya sih tidak seberapa, tapi botol ini nanti bisa didaur ulang menjadi barang yang lebih berguna," jelas Pak Krebi. "Selain itu, hitung-hitung untuk membersihkan taman dari sampah," mendengar penjelasan Pak Krebi, Pompom tertarik untuk ikut mencari botol. Pompom tergiur dengan uang hasil penjualan botol. "Lumayan kan buat jajan es krim." Pikir Pompom. Pompok melonjak senang ketika menemukan kaleng di bawah pohon. Dalam waktu singkat ia telah mengumpulkan banyak botol dan kaleng. Dari kolong kursi hingga semak-semak, ada saja botol berserakan."Lumayan kan?" seru Pak Krebi. Setelah botol dan kaleng terkumpul, Pak Krebi membawanya ke tukang loak. Di sana botol dan kaleng ditimbang lalu ditukar dengan uang. "Ayo kita jajan es krim!" Pak Krebi mengacungkan uang yang diterimanya. Keinginan Pompom tercapai, makan es krim! "Lezatnya..." gumam Pompom. "Padahal es krim kita ini dari sampah, hahaha" kata Pak Krebi terbahak-bahak. Pompom tertawa gembira menikmati jajanan dari hasil usahanya sendiri. Esoknya, Pompom bertekad untuk mengumpulkan botol lebih banyak. Terbayang jumlah es krim yang bisa dibelinya. Pompom mencari ke sana kemari, tapi ia tak menemukan satu pun. Pompom kemudian melihat Moni yang sedang duduk sambil membaca buku. Hei, di sebelah Moni ada botol minuman. Pompom melonjak senang. "Moni, botol ini untukku saja ya." Pompom langsung meraih botol Moni. "Eh botolnya masih kupakai. Lumayan bisa diisi lagi," tolak Moni. Moni dan Pompom bertengkar seru. "Moni, botol minuman dalam kemasan hanya boleh dipakai sekali saja," untunglah Pak Krebi melerai mereka. "Kenapa?" tanya Moni heran. "Kan sayang kalau langsung dibuang. Aku bisa menggunakannya lagi." "Karena berbahaya untuk kesehatan. Kalau ingin menggunakannya lagi, carilah yang seperti punyaku ini." Pak Krebi menunjukkan botolnya. Akhirnya Moni mengerti. Ia menyerahkan botolnya kepada Pompom. Pompom senang menerimanya. Ia melanjutkan mencari botol bekas. Rupanya hari ini taman bersih dari sampah. Pompom hanya mendapat sedikit botol bekas. Ia pulang dengan langkah gontai. Pompom sangat lelah. Sesampainya di rumah, ia langsung membuka kulkas mencari minuman dingin. "Aha!" gumam Pompom riang. Dilihatnya ada banyak botol minuman. Ia mengambil semua botol itu lalu membuang isinya ke wastafel. Untunglah Ibu segera muncul. "Astaga Pompom! Kenapa semua isinya dibuang?" jerit Ibu. "Aku sedang mengumpulkan botol bekas," jawab Pompom polos. "Tapi itu bukan bekaaas." Ibu berkata dengan putus asa. Pompom hanya tertunduk malu dan takut. "Pompom mau beli es krim." Mata Ibu membelalak lebar, tak mengerti apa hubungannya dengan es krim? Hanya Pompom yang tahu. Pompom kan ingin es krim dari sampah. 13. Contoh cerpen tentang pengalaman pribadi Cerita pendek tentang kehidupan mengenai pengalaman pribadi yang menyentuh ini dikutip dari buku 20 Cerita Manis Majalah Bobo 2016 karya Pradikha Bestari. Layang-layang Merah Jambu Aku punya teman baru di sekolah, pindahan dari Jakarta. Anak laki-laki berambut rapi, berseragam putih-merah yang masih cemerlang. Namanya Dito. Belum-belum aku dan teman-temanku sudah menatapnya dengan heran. Bayangkan, kotak pensilnya warna merah jambu. Merah jambu, lho! Seperti warna kotak pensil Astri, Dena, dan Lita. Saat istirahat, beda lagi. Kami semua beli jajanan di warung dan gerobak di depan sekolah, sedangkan Dito mengeluarkan kotak bekal. Bekalnya tertata cantik, lengkap dengan serbet kotak-kotak dan buah jeruk. Pulang sekolah, Dito juga langsung pulang. Eh, tepatnya, langsung masuk ke dalam mobil jemputannya. Gaya banget, ya. pulang sekolah di kota kecil begini saja pakai dijemput mobil! Dengan segala perbedaan itu, kami jadi segan berteman dengannya. Dito sendiri jarang bicara. Wajahnya sering terlihat muram. Namun, guru-guru amat menyukainya karena Dito selalu santun dan termasuk pandai di kelas. Sejak kemarin sore, kami semakin yakin Dito aneh. Aku dan beberapa teman sekelas sedang asyik bermain perang-perangan di ladang Pak Yan. Saat sedang seru-serunya kami bermain, tiba-tiba - krosak! Suatu benda berwarna merah jambu melayang jatuh di tempat kami bermain. Benda itu ternyata sebuah layang-layang merah jambu. Tak lama terdengar suara seorang anak laki-laki menyampaikan salam di depan rumah Pak Yan. Dengan satun, suara itu meminta izin mengambil layang-layang yang jatuh. Daaan, tebak siapa pemilik layak-layang merah jambu itu? Dito! Ia tersenyum sopan ke arah kami saat memungut layang-layang itu. Kami menggeleng keheranan. "Anak baru itu kecewek-cewekan banget!" celetuk Bono. "Main layang-layang saja warna merah jambu!" "Besok kau ajak saja dia main boneka, Fa. Siapa tahu bisa membuatmu lebih lembut sedikit," Sofyan menyenggolku. "Enggak mau, ah! Pasti enggak seru!" bantahku cepat. "Lebih baik kita ajak dia main bola," cetusku. "Aaah jangan... Model kayak dia main bola, jangan-jangan jatuh sedikit, ia menangis, lalu harus kita antar pulang." Tolak Bono. "Repot anak begitu. Pasti cengeng!" Esoknya, kami makin yakin kalau Dito cengeng. Bu Guru menyuruh kami membuat karangan tentang keluarga. Dan, tebak apa yang Dito lakukan? Ia menangis di mejanya! Awalnya, ia berusaha menahan diri, tetapi bahunya makin keras berguncang dan setetes air mata mengalir. Kami geleng-geleng kepada betul melihatnya. Bu Guru menghibur Dito dan setelah ia tenang, beliau meminta Dito membacakan karangannya di depan kelas. Setelah itu, hiiiks... gantian aku yang menitikkan air mata. Karangan Dito bercerita tentang adiknya, Amalia. Amalia manis dan lincah. Dito amat menyayangi dan melindunginya. Namun, Amalia terkena penyakit parah. Saking parahnya, sampai dokter angkat tangan. Dito sekeluarga pindah ke kota kecil ini supaya Amalia bisa mendapat udara segar. Setiap hari Dito selalu cepat-cepat pulang agar bisa menemani Amalia. Amalia yang manis merajutkan Dito kotak pensil warna merah jambu. Merah jambu adalah warna kesukaan Amalia. Ia juga suka melihat layang-layang merah jambu terbang di langit biru. Setiap sore, Dito mendorong kursi roda Amalia dan menerbangkan layang-layang merah jambu untuknya. "Amalia akan bertepuk tangan seakan-akan aku baru saya menyulapkan Pelangi." Dito terus membacakan ceritanya. "Semoga kamu bisa sembuh, Amalia sayang. Tetapi jika kamu harus pergi, pergi saja. Kakak akan terbangkan layang-layang merah jambu untuk kau lihat dari atas awan sana. Selesai." Aku mengusap air mataku. Kulirik Bono dan Sofyan yang juga tampak terharu. Sejak saat itu, aku, Bono, Sofyan, dan teman-teman lain sering berkunjung ke rumah Dito untuk menjenguk Amalia. Kami ikut menerbangkan layang-layang untuknya. Pipi Amalia yang pucat merona merah jambu memandangi layang-layang kami. Ssst... pada salah satu kunjungan ke rumahnya, kami jadi tahu alasan Dito selalu membawa bekal cantik. Kata Mama Dito, jajanan di warung bisa menyebabkan penyakit berbahaya pada tubuh kami. Mama Dito jadi sering membawakan bekal cantik buat kami juga. Rasanya super uenak! Bono sampai merem melek memakannya. Dan, yang lebih bikin kaget lagi, Dito ternyata jago banget main bola! Pipi Bono sampai berwarna merah jambu tua saat mendapati timnya kalah! Hihihihi.... 14. Cerpen untuk pengantar tidur anak Salah satu artikel cerita pendek pengantar tidur anak berikut ini dikutip dari buku Kumpulan Cerita Anak 2017 karya Joseph Jacobs. Harimau, Petapa, dan Anjing Hutan yang Cerdik Suatu hari, seekor harimau terperangkap dalam perangkap kendang. Harimau tersebut mencoba dengan sia-sia untuk lolos dari tiang-tiang besi kendang dan berguling-guling dalam keadaan marah dan sedih karena gagal melepaskan diri dari perangkat. Kemudian, lewatlah seorang petapa. "Lepaskan saya dari kurung ini, oh petapa yang saleh!" teriak sang Harimau. "Tidak, temanku," balas Petapa secara halus. "Kamu mungkin akan memangsa saya jika saya melakukannya." "Tidak akan" sumpah sang Harimau, "Sebaliknya, saya akan sangat berterima kasih sekali dan akan menjadi budakmu!" Setelah sang harimau menangis dan mengeluh sambil menggerutu, hati petapa menjadi lunak dan akhirnya membuka pintu kendang. Melompatlah sang harimau keluar, menerjang petapa yang sial, lalu berteriak, "Betapa bodohnya kamu! Tak ada yang bisa menghalangi saya untuk memangsa kamu sekarang, apalagi saya sangat lapar!" Dengan ketakutan, sang Petapa memohon agar dibiarkan hidup; sang Petapa berjanji akan bertanya kepada 3 makhluk tentang keadilan dan Petapa itu juga berjanji akan memenuhi keputusan yang diberikan oleh ketiga makhluk tersebut. Jadilah kemudian Petapa itu bertanya kepada sebuah pohon yang besar tentang keadilan, dan sang Pohon berkata "Apa yang kamu keluhkan? Saya memberikan keteduhan dan tempat bernaung bagi semua yang lewat, dan mereka membalasku dengan mematahkan cabang-cabangku untuk dimakankan ke ternak mereka? Jangan cengeng, bertindaklah seperti laki-laki!" Kemudian Petapa dengan hati sedih, melihat seekor sapi yang menarik gerobak dan bertanya tentang keadilan. "Kamu sangat bodoh karena mengharapkan terima kasih! Lihat saja saya! dulunya saat saya memberikan mereka susu, mereka memberikan saya makanan yang enak. Tetapi saat saya tidak lagi bisa memberikan susu, saya dipaksa menarik gerobak dan bajak, dan tidak lagi mendapatkan makanan lezat!" Petapa yang sedih lalu bertanya kepada sebuah jalan. "Tuan," kata sang Jalan, "betapa bodohnya engkau mengharapkan hal-hal yang tidak mungkin! Lihatlah saya, sangat berguna kepada semua orang, kaya miskin, besar, kecil, tetapi mereka tidak memberikan saya apa-apa selain debu dan kotoran!" Akhirnya petapa berbalik untuk kembali dan di tengah perjalanan ia bertemu dengan seekor anjing hutan. Anjing tersebut bertanya, "Ada masalah apa tuan Petapa? Anda terlihat sangat sedih seperti ikan kehilangan air!" Petapa lalu menceritakan segala hal yang terjadi. "Sungguh membingungkan!" kata sang Anjing Hutan. "Maukah Anda mengulang cerita Anda kembali karena segalanya campur aduk?" Lalu Petapa mengulangi ceritanya kembali, dan sang Anjing Hutan masih menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti. "Sangat aneh," katanya, "tetapi mari kita ke tempat kejadian, mungkin saya bisa memberikan penilaian." Mereka berdua lantas menuju ke tempat kejadian di mana saat itu sang Harimau sudah menunggu. "Kamu pergi terlalu lama!" teriak sang Harimau, "tapi sekarang ini saya akhirnya bisa memulai makan siangku." Petapa menjadi ketakutan dan memohon. "Tunggu sebentar, tuanku!" kata sang Petapa. "Saya harus menjelaskan sesuatu ke Anjing Hutan ini tentang kejadian tadi." Sang Harimau setuju dan ikut mendengarkan penjelasan Petapa ke Anjing Hutan. "Oh, bodohnya saya!" teriak Anjing Hutan, "Jadi sang Petapa di dalam kandang dan sang Harimau kebetulan lewat..." "Puuuh!" potong sang Harimau. "Bodohnya kamu! Saya yang berada di dalam kendang." "Tentu saja!" kata Anjing Hutan, berpura-pura gemetar ketakutan, "Ya! Saya berada di dalam kandang - tidak, duh, bodohnya saya? Coba saya lihat lagi. Harimau ada di dalam Petapa, dan sebuah kandang kebetulan berjalan - tidak - sepertinya bukan begitu! Duh! Saya tidak akan pernah bisa mengerti!" "Kamu bisa mengerti!" jawab sang Harimau sambil marah karena kebodohan Anjing hutan. "Saya yang berada di dalam kandang, apakah kamu mengerti?" tanya Harimau. "Bagaimana Anda bisa berada di dalam kandang, tuan Harimau?" tanya Anjing Hutan Kembali. "Bagaimana? Caranya biasa saja tentunya!" jawab Harimau. "Kepala ku mulai pusing! Jangan marah tuanku, tetapi apa yang Anda maksud sebagai cara biasa itu?" tanya Anjing Hutan. Harimau mulai kehilangan kesabaran dan melompat masuk ke dalam kandang, lalu berteriak, "Caranya begini! Apakah kamu mengerti sekarang?" "Mengerti dengan jelas!" jawab Anjing Hutan sambil tersenyum dan menutup pintu kandang rapat-rapat. "Menurut saya, sebaiknya Anda tetap berada di dalam kandang itu!" Sang Petapa kemudian berterima kasih kepada Anjing Hutan atas bantuan dan kecerdikannya. Semoga 14 cerita pendek di atas menginspirasi Bunda untuk bahan dongeng anak-anak ya. Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen. Tertarik untuk mengetahui cerita lain, Bunda bisa klik video di bawah ini [GambasVideo Haibunda] rap/rap
Blog Sastra Rabu, 13 November 2019 - 1659 WIB Ilustrasi Persahabatan sejak masa kanak-kanak. VIVA – Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, kita sejatinya telah disuguhkan materi mengenai cerpen, tepatnya dalam mata pelajaran bahasa hanya soal teori semata, namun juga mempraktikan sesuai teknis penulisan beserta alurnya. Bahkan bisa dibilang, setiap individu yang pernah mengenyam dunia pendidikan, pasti pernah membuat cerita pendek tentang persahabatan baik karangan pribadi, bertema sekolah, persahabatan, cinta, lingkungan dan lainnya. Nah, jika kamu sedang mencari berbagai contoh cerpen persahabatan, di artikel ini telah saya rangkum beberapa contoh, dari tema dan latar belakang berbeda, kamu bisa memilih mana yang cocok dan sesuai dengan apa yang kamu butuhkan. Check this out. Perasaan Cinta pada Manusia Berasal dari Nenek Moyang Kera Cinta mungkin merupakan ciri khas manusia. Tapi, sebuah teori baru menyatakan bahwa romansa mungkin telah berevolusi dari bromance antara kera kuno, menurut antropolog. 9 Juni 2023 Kami kirim berita paling update di pagi dan sore hari langsung ke telegram Kamu! Pssst ada quiz dan giveaway juga Topik Terkait Cerpen Cerita Pendek Persahabatan Teori Soal Jangan Lewatkan Terpopuler Selengkapnya VIVA Networks Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap agar All New Toyota Yaris Cross bisa di ekspor ke Australia, sehingga menjadi tantangan Toyota Indonesia. Tercatat ada 4 merek asal China yang hadir di pameran tahunan GIIAS 2023 nanti, yaitu Neta, GWM Tank, Ora, dan Haval. Bagaimana Chery melihat persaingan ini? Selengkapnya Isu Terkini
Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf. Dalam pelajaran bahasa Indonesia atau sastra, terdapat salah satu subjek materi tentang teks cerita fantasi. Pada cerita fantasi, pengarang mengandalkan imajinasinya yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Terkadang alur ceritanya hiperbola, dilebih-lebihkan sehingga tidak masuk akal. Teks cerita fantasi ini bertujuan untuk meningkatkan imajinasi, memberi inspirasi dan menghibur para pembaca. Apa Itu Teks Cerita Fantasi? Cerita fantasi adalah sebuah cerita karangan yang terdiri dari tema tokoh, latar dan alur yang kebenarannya dilakukan, baik sebagian cerita maupun keseluruhannya. Secara umum, cerita fantasi dapat berisi mengenai cerita tentang kejadian yang tidak nyata karena sumbernya dari imajinasi penulis. Ciri-Ciri Cerita Fantasi Adapun beberapa ciri-ciri dari cerita fantasi yaitu sebagai berikut. 1. Terdapat Keanehan Pada teks cerita fantasi sendiri memiliki unsur-unsur yang tidak masuk akal, misalnya keajaiban, keanehan, dan misteri. Bahkan terkadang juga menyusupkan unsur yang sama sekali tidak pernah terjadi di dunia nyata, misalnya manusia bersayap, mesin waktu, makhluk yang misterius, dan lain-lain. 2. Ide yang Terbuka Dalam membuat tulisan fantasi, tidak terdapat batas kenyataan sehingga penulis bebas membuat karangan sesuai dengan imajinasinya. Misalnya cerita fantasi dengan tema horor, futuristik, supranatural, fiksi ilmiah, dan lain-lain. 3. Menggunakan Berbagai Latar Penulis bisa menggunakan berbagai latar dalam menulis cerita fantasi. Jadi tidak ada batasan ruang dan waktu pada cerita fantasi. Latar dan alur ceritanya memiliki gaya yang khas dengan rangkaian peristiwa yang menembus dimensi ruang dan waktu. 4. Tokoh yang Unik Terkadang dalam cerita fantasi tokoh diberi watak dan karakter yang unik, seperti memiliki kesaktian yang tidak terdapat dalam kehidupan nyata. Kadang cerita dibuat alur peristiwa yang misterius dan tidak mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 5. Bersifat Fiktif Teks cerita fantasi memiliki sifat fiktif, yaitu rekayasa dan tidak terjadi di dunia nyata. Meskipun terkadang cerita fantasi terinspirasi dari kejadian atau objek yang nyata tetapi dalam penulisannya tetap diberi unsur fiktif. Jadi tidak ada cerita fantasi yang 100% sesuai dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata. Sebutkan Alur / Urutan Penulisan Cerita Fantasi ? Alur penulisan cerita fantasi ada 3 jenis, yaitu Pengenalan-rangkaian terjadi masalah- kejadian-klimaks Sebutkan Struktut/Bagian-bagian Cerita Fantasi? Orientasi, berisi pengenalan tema, latar dan juga mulai timbul konflik atau situasi berisi mulai munculnya penyelesaian berisi pemecahan reorientasi, berisi amanat dan juga pesan positif yang dapat dipetik dari teks cerita fiksi. Tiga Sahabat Dua Dunia OrientasiAnggun, Anggi, dan Angel merupakan tiga sahabat yang sudah akrab sejak mereka masih kecil. Mereka bertiga selalu menghabiskan waktu bermain bersama di sebuah taman bunga dekat tanah lapang. Anggun dan Anggi sudah menyadari sejak lama bahwa Angel merupakan peri yang berasal dari langit. Di istana miliknya, Angel tidak pernah memiliki teman, sehingga ia harus datang turun ke bumi untuk mencari teman bermain. Angel memiliki tongkat peri ajaib sebagai sumber sahabat itu menyayangi satu sama lain dan berjanji akan selalu bersama hingga mereka dewasa. Sesekali, Angel mengajak Anggi dan Anggun terbang ke istana di balik Awan menggunakan kekuatan tongkat peri yang berjanji mewujudkan semua permintaan kedua sahabatnya dengan tongkat peri saktinya, selama itu bukan keburukan. Karena Angel telah berjanji pada Ibundanya untuk menggunakannya dengan baik. Jika tidak, maka Angel akan mendapat hukuman berat. Komplikasi Pada suatu ketika mereka sudah dewasa, saat mereka sedang bermain di taman, ada seorang pria yang menghampiri Anggun dan mengajak berkenalan. Seiring berjalannya waktu, Anggun dan Satria pun saling mencintai. Namun ternyata Anggi juga mencintai Satria padahal ia tahu bahwa Satria adalah kekasih Anggun, sahabatnya. Pada suatu waktu, Anggi mengatakan kebenciannya kepada Anggun, sementara Angel berusaha menjadi penengah di antara mereka. Anggun merasa bersalah dan sedih mendengar ucapan Anggi yang membencinya. Hingga pada akhirnya Anggi mengatakan pada Angel, “Angel, kau pernah berkata bahwa kau akan mengabulkan semua permintaanku tanpa terkecuali. Aku ingin Satria berubah menjadi mencintaiku.” Kemudian Angel menjawab, “Aku bisa mengabulkan semua permintaanmu dan juga Anggun, tetapi tidak untuk mengubah perasaan seseorang. Jika aku bisa, maka aku akan terlebih dahulu mengubah rasa bencimu kepada sahabat kita.”Karena Anggi merasa marah, ia kemudian dengan paksa merebut tongkat sakti peri milik Angel untuk membunuh Anggun. Anggi pergi lari membawa tongkat peri milik Angel. Angel pun tidak bisa mengejarnya karena tanpa tongkat Peri itu dia tidak memiliki kesaktian apapun. Resolusi Anggi pergi menemui Anggun dan langsung menggunakan tongkat peri milik Angel untuk memusnahkan Anggun. “Tongkat peri sakti, jadikan ia yang berada di hadapanku musnah dari bumi ini.” Anggun pun terkejut dan Angel hanya bisa menyaksikannya dengan tangisan. Karena kesaktian tongkat Peri itu, anggun akhirnya musnah dari muka bumi. Akibat ulah Anggi, Angel pun akhirnya tidak bisa menjaga amanah dari ibunya untuk menggunakan tongkat peri miliknya hanya untuk kebaikan saja. Karena tongkat Peri itu digunakan untuk keburukan oleh Anggi, akhirnya Angel mendapatkan hukuman, yaitu kembali ke istana selama-lamanya dan tidak dapat turun ke bumi. Koda Anggi kehilangan kedua sahabatnya karena ulahnya sendiri. Setelah kepergian dua sahabatnya dari sisinya, ia baru menyadari bahwa yang ia lakukan adalah kesalahan besar. Anggi pun tidak bisa berbuat apapun kecuali yang meratapi nasibnya sendiri. Dan akhirnya, Anggi menghabiskan seumur hidupnya tanpa seorang teman pun di sisinya. Ia sangat menyesali perbuatannya tetapi tidak dapat mengubah apapun. Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang Lingkungan Semut Pembawa Pesan dan Naga Penjaga Bumi OrientasiPada zaman dahulu hiduplah sekelompok masyarakat suku yang tamak, yaitu Suku Agnirake Angkara. Meskipun mereka sudah dicukupkan dengan bahan-bahan yang tersedia di alam untuk dimanfaatkan dengan baik tetapi mereka terus-terusan membunuh semua binatang untuk mengisi perut. Pada suatu waktu, ketua suku memerintahkan ke semua orang untuk memburu binatang di pulau dengan meracuninya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah perburuan sehingga binatang-binatang tersebut dapat segera dimakan. KomplikasiSeekor semut yang bernama Rangrang, melihat kejadian tersebut kemudian ia masuk ke lubang bumi untuk menyampaikan hal tersebut kepada naga pelindung bumi, yaitu Naga Bhalaraksa. “Hei Naga Bhalaraksa, aku melihat si gembul manusia itu membunuh semua babi di pulau seberang dan memakannya. Bahkan mereka membunuhnya dengan racun,” kata Semut Rangrang. Naga Bhalaraksa menjawab, “Mereka melakukannya lagi? Aku benar-benar ingin memberikan peringatan kepada mereka, tapi aku hanya bisa menggerakkan ekorku untuk mengguncangkan bumi saat semua orang sudah mati.”Di lain waktu, Kepala Suku kemudian mengerahkan seluruh pasukannya untuk menyumbat sungai supaya alirannya tidak menuju danau. Dan binatang air yang terdapat di sana harus ditangkap sampai habis untuk disantap. Singkat cerita semua ikan dan binatang air lainnya habis dalam waktu sekejap. Semut Rangrang pun kembali menyampaikan apa yang ia lihat di bumi kepada Naga Bhlaraksa, “Aku melihat bumi sudah benar-benar hancur, karena semua isi alam sudah dikuras habis oleh manusia itu. Bhalaraksa, engkau harus memberikan peringatan kepada mereka dengan menggoyangkan ekormu supaya bumi tergoncang.” Naga Bhalaraksa menjawab, “Ini belum waktunya. Aku hanya bisa menjalankan tugasku sebagaimana yang diperintahkan Raja Naga kepadaku.” Karena makanan semakin menipis, mereka hanya bisa makan kelapa yang ada di ujung hutan. Mereka pun memakan buah kelapa dengan lahap dan rakus dan membuang cangkang kelapa di pekarangan gubuk mereka. Semut Rangrang melihat cangkang kelapa yang berbentuk bulat itu dan menganggap bahwa itu adalah tengkorak manusia yang berserakan. Rangrang berpikir bahwa semua manusia sudah mati. Resolusi Rangrang masuk ke dalam bumi dan menyampaikan pesan kepada naga Bhalaraksa, “Bhalaraksa, aku melihat manusia itu sudah mati. Banyak sekali tengkorak mereka berserakan. Aku menyaksikannya sendiri, tengkorak yang sangat banyak. Ini saatnya kau menggoncangkan bumi untuk meratakan seluruh bumi.” Kemudian Bhalaraksa menjawab, “Benarkah? Baiklah, akan ku goncangkan bumi dengan ekorku.” Naga Bhalaraksa menggoyangkan ujung ekornya dan bumi pun tergoncang dahsyat. Ternyata sekelompok manusia itu masih hidup dan menjerit ketakutan karena bumi tergoncang sangat keras. KodaKarena Naga Bhalaraksa sudah terlanjur menggoncangkan ekornya, akhirnya semua manusia yang rakus itu pun mati karena bumi yang tergoncang sudah rata. Akhir dari kehidupan sekelompok manusia suku pedalaman itu sangat tragis akibat perbuatan mereka sendiri. Mereka tidak bisa menyayangi alam padahal alam sudah memberikan segalanya untuk mereka untuk dimanfaatkan dengan baik. Sifat rakus dan tamak mereka yang tidak dapat dikendalikan membuat mereka berakhir dengan tragis. Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang Hewan Buaya yang Tamak OrientasiZaman dahulu hiduplah seekor buaya yang tinggal di pinggiran sungai. Buaya itu sering merasa kelaparan, saat itu ia belum makan tiga hari sehingga perutnya sangat lapar. Mau tidak mau hari itu dia harus mendapatkan mangsa karena sudah sangat kelaparan. Akhirnya buaya keluar dari markasnya dan berenang menyusuri pinggiran sungai untuk mencari mangsa. Komplikasi Saat menyusuri pinggiran sungai, buaya melihat seekor bebek yang sedang berenang dengan riang gembira. Buaya menerkam bebek tetapi bebek meminta tolong sambil menangis ketakutan dan berkata, “Tolong! Buaya tolong jangan makan aku. Kau bisa lihat sendiri kalau dagingku sedikit, bahkan dengan memakanku engkau tidak akan merasa kenyang sama sekali. Cobalah cari mangsa seekor kambing di dalam hutan. Lepaskan aku!”Bebek pun akhirnya menunjukkan tempat di mana kambing itu berada. Tidak jauh dari tepi sungai terlihat segerombolan kambing yang sedang memakan rumput dengan lahap di lapangan kemudian menerkam seekor anak kambing dan hendak menyantapnya. Saat akan menyantap anak kambing tersebut, anak kambing kemudian berseru, “Jangan buaya! Jangan makan aku, aku masih kecil. Dagingku tidak banyak. Kenapa kau tidak memangsa gajah saja yang sudah jelas-jelas dagingnya banyak.”Buaya akhirnya melepaskan gigitan terhadap anak kambing. Lalu anak kambing mengajak buaya tersebut ke pinggir danau di mana anak gajah besar berada. Tanpa berpikir panjang, buaya langsung menggigit dan menerkam kaki anak gajah itu. Namun ternyata kulit gajah sangatlah tebal sehingga taring buaya pun tidak dapat melukainya. ResolusiKarena buaya menerkam anak gajah tersebut, kemudian anak gajah berteriak kepada ibunya untuk minta tolong. Buaya terus-terusan berusaha untuk membuat anak gajah tidak berdaya tetapi tetap saja tidak mampu. Karena mendengar teriakan anak gajah, akhirnya segerombolan gajah datang dan menginjak buaya sampai tidak dapat bernapas. KodaBuaya itu pun kemudian tidak berdaya dan tidak dapat melawan karena gerombolan gajah tersebut sangat banyak dan besar. Apalagi buaya belum makan selama 3 hari dan akhirnya kehabisan tenaga lalu mati dalam keadaan mengenaskan dan kelaparan. Sebutkan Kaidah Kebahasaan Cerita Fantasi ? Unsur kebahasaan cerita fantasi ada 6 antara lain adalah Penggunaan kata ganti dan nama orang, Penggunaan kata yang mencerap pancaindra untuk mendeskripsikan latar tempat tempat, waktu, dan suasana,Menggunakan pilihan kata dengan makna kias, Menggunakan kata sambung penanda urutan waktu,Penggunaan kata atau ungkapan keterkejutan,Penggunaan dialog atau kalimat langsung dalam cerita. Itulah penjelasan mengenai teks cerita fantasi 4 paragraf beserta contohnya. Dengan mengetahuinya, diharapkan pembaca dapat membuat cerita fiktif sendiri sesuai dengan kaidah penulisan dan struktur yang telah ditetapkan. SaptoAfr An engineer who loves to write about education, lifestyle, tech stuff and popular sciences. CP Tweet FB IG
cerita fantasi pendek tentang persahabatan