Renunganpagi WORDS OF WISDOMSenin - sabtu Pk.04.56TIDAK SAMPAI JATUH TERGELETAK Ps. Debby SugioTerus apa bedanya orang yang melayani Tuhan dengan orang yang
TB apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. AYT: Saat dia jatuh, takkan sampai tergeletak karena TUHAN menopang tangannya. TL: Maka jikalau ia jatuh sekalipun, tiada ia tinggal terhantar, karena Tuhan memegang tangannya. MILT: Apabila dia jatuh, tidaklah sampai terhempas; karena TUHAN (YAHWEH - 03068) menopang tangannya.
TB(1974) ©. SABDAweb Mzm 37:24. apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, q sebab TUHAN menopang r tangannya. TB +TSK (1974) ©. SABDAweb Mzm 37:24. apabila ia jatuh 1 , tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN 2 menopang tangannya.. Catatan Full Life : Mzm 37:1-40 1. Nas : Mazm 37:1-40 Mazmur ini bukan sebuah doa, tetapi serangkaian ucapan yang mengandung pepatah atau petunjuk tentang
Setelahbeberapa hari di Singapura, Thariq-Fuji pun akhirnya melanjutkan liburannya ke Bali. Baca juga: Fuji Nekat Susul Thariq Halilintar ke Singapura, Langsung Pelukan di Bandara: Gak Tahan LDR 5 Hari! Melansir dari kanal YouTube Thariq Halilintar pada Selasa (9/5/2022), Thariq dan Fuji sudah siap untuk melanjutkan liburannya ke Bali. "Hai guys, kita mau ke Bali, nyusul Ai Becca (Fadly dan
Apabiladia jatuh tak sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya." Perlu dicatat bagi orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan, dia tetap bisa jatuh kedalam berbagai macam pencobaan dan masalah, Alkitab mencatat bila kita jatuh tidak sampai tergeletak karena Tuhan menopang tangannya.
Namun Allah tidak akan membiarkan kita jatuh terpuruk ke dalam dosa. Tuhan akan membawa kita kembali ke jalan-Nya. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh (ke dalam dosa), tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya (Mzm. 37:23-24). Simon Petrus, sekalipun seorang rasul, bukan
NhzL. Mazmur 121 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. - Mazmur 1213 Medan perjalanan ziarah menuju bait Allah tidaklah mudah. Bait Allah berada di bukit Sion yang letak puncaknya ada di tengah daerah perbukitan sekitar Yerusalem. Para peziarah dari luar Palestina harus menempuh jalan berbatu-batu, melewati gunung dan lembah, padang gurun yang kering, dan bahkan jalan setapak sempit yang di sisinya terdapat jurang. Kaki peziarah bisa saja tergelincir lalu terjatuh ke dalam jurang. Mereka bisa terluka parah bahkan kehilangan nyawa. Di tengah kondisi seperti itu pemazmur memberikan penguatan, “TUHANlah penjagamu.” ay. 5a. Mata Tuhan 24 jam non stop tertuju kepada setiap pribadi yang berziarah. Mengawasi dan menjaga. Dia takkan membiarkan kaki mereka goyah. Selaras dengan perjalanan rohani, umat Tuhan bisa saja jatuh ke dalam dosa. Namun, Allah tidak akan membiarkan kita jatuh terpuruk ke dalam dosa. Tuhan akan membawa kita kembali ke jalan-Nya. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh ke dalam dosa, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya Mzm. 3723-24. Simon Petrus, sekalipun seorang rasul, bukan berarti tidak bisa jatuh ke dalam dosa. Saat Yesus akan disalibkan, Petrus menyangkal-Nya sebanyak tiga kali. Padahal ia pernah mengatakan, “Sekalipun aku harus mati bersama-sama dengan Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Setelah peristiwa itu, Petrus meninggalkan panggilannya dan kembali menjadi seorang penjala ikan. Di tepi danau Tiberias, Yesus, yang bangkit dari kubur, berinisiatif menampakkan diri dan berbicara secara pribadi dengan Petrus. Yesus tidak menyalahkan Petrus, melainkan bertanya sebanyak tiga kali, “Simon, apakah engkau mengasihi-Ku?” Yesus mempertanyakan kasih Petrus kepada-Nya sebanyak tiga kali, sama persis jumlahnya dengan penyangkalan Petrus. Yesus sedang memulihkan hati Petrus dan membawanya kembali ke jalan Tuhan. Saudaraku, Tuhan tidak akan pernah membiarkan anak-anak-Nya terpuruk jatuh ke dalam dosa. Tuhan memiliki banyak cara untuk membawa anak-Nya kembali ke jalan yang benar. Caranya bisa halus, tapi juga bisa keras. Terkadang mungkin menyakitkan dan menyedihkan, tapi selalu membawa kebaikan buat anak-anak-Nya. Refleksi Diri Pernahkah Anda punya pengalaman seperti yang dialami Petrus? Apa kebaikan Tuhan Yesus yang Anda rasakan saat dipimpin kembali oleh-Nya ke jalan yang benar?
Annyeong joheun achimiyaEojesbam jameun jal jassniNae harudo gwaenchanhassjiYeogin byeori jal an boyeoNeo issneun goseun jom eottaeHwachanghamyeon joheul tendeMeolli isseodo hamkkein geoyaGeurae nan neoui najeNeoneun naui bameWe got each otherHamkkeraseoGot each otherAreumdawoYeah kkeutgwa kkeute sesangui bandaepyeonUhmSusjaga dareun sigyeDasi bol eoneu nareGeurae geuttae neol angoTtaseuhage jakge soksagillaeJal wasseo babeGwaenchanhjiga anhdeon iriNeowaui jjalpeun daehwaroJeonbu da naajin deushaeNeomu bogo sipdan mariNae mameul da mot jeonhal ge ppeonhaeGwaenhi aswiwo mal an han geoyaNeomu aswiwohajineun maljaTteoreojyeo issda haedo urin hamkke isseoWe got each otherHamkkeraseoGot each otherAreumdawoGot each other each otherBwa uri seororeul mitneundamyeonAlrightI say uri gateun mamiramyeonAlrightI say uri gateun mamiramyeonAlrightWith each other each otherSay bwa urin byeonchi anheul geoyaAlrightHaru soge hamkkeramyeonAlright yeahHaru soge hamkkeramyeonAlrightSeoroga geonnen dareun du insaSiganui ipmajchumYojeum nan jame deulgi jeonbuteoNeoraneun kkumeul kkuneun geot gataWe got each otherNae harun neoyaGot each otherNae kkumeun neoyaThat’s right girl machi gidaril deusEvery night gidael gosi piryohaeYeope meori mite naeeo julgeNae pal saegi dareun Sky Say hiWhen you Say good nightFull circleHow to Format LyricsType out all lyrics, even repeating song parts like the chorusLyrics should be broken down into individual linesUse section headers above different song parts like [Verse], [Chorus], italics lyric and bold lyric to distinguish between different vocalists in the same song partIf you don’t understand a lyric, use [?]To learn more, check out our transcription guide or visit our transcribers forum
Penulis Pram 14/01/2018Meski Jatuh, Tak Sampai Tergeletak Siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan?. Tidak ada, tentu semua orang pernah mengalaminya. Dalam berbagai hal seperti studi, pekerjaan, atau hubungan. Orang yang paling sukses sekalipun pasti pernah gagal dalam usaha-usahanya dan orang yang paling bahagia sekalipun pasti pernah mengalami kegagalan dalam suatu hubungan. Karena justru mereka yang sukses adalah mereka yang mengalami lebih banyak kegagalan namun selalu mampu berdiri kembali. Seperti anak kecil yang belajar sepeda untuk pertama kalinya, tidaklah langsung dilepas begitu saja. Melainkan dibimbing dan selalu dipegang, supaya apabila terjatuh tidak akan parah dan tidak terlalu menyakitkan, begitu juga Tuhan terhadap kita. Untuk mencapai tujuan yang lebih besar, kita harus berusaha lebih keras dan kita mungkin akan terjatuh lebih sering. Namun dalam proses yang berat itu kita tidak sendirian, tidak akan pernah sendirian. Kita berjalan bersama Yesus dan berbagi beban dengan-Nya. Apabila jatuh tidak sampai tergeletak, Tuhan berjanji untuk selalu menopang tangan kita. Mungkin kita akan tersandung berkali-kali, terjatuh beberapa kali, mengalami luka yang tidak terlalu parah atau bahkan yang parah sekalipun. Namun apakah Tuhan membiarkan kita dalam kondisi seperti itu? Tidak. Karena Ia akan selalu berjalan bersama kita, mengangkat kita saat terjatuh, dan menyembuhkan kita saat ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya, Mazmur 3724. [Sumber Istimewa].
Bacaan Mazmur 371-40 Ayat Emas TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. — Mazmur 3723-24 Tanggal 19 April Hari itu saya mengajak keponakan saya yang berusia dua tahun berjalan ke taman yang terletak tidak jauh dari rumah kami. Sambil berjalan saya menggandeng tangannya yang mungil seraya mengajaknya berbicara. Ia berusaha melepaskan tangannya dari tangan saya karena ingin berjalan mandiri. Tiba-tiba, kaki keponakan saya tersandung dan ia terhuyung. Dengan sigap saya meraih tubuhnya. Karena tangan saya lebih besar dan lebih kuat dari tubuhnya, walaupun jatuh, tetapi jatuhnya tidak keras, sehingga tidak menimbulkan luka dan rasa sakit. Dengan segera saya mengangkatnya untuk bangun dan berdiri. Ia pun tertawa menggemaskan, seakan-akan yang barusan terjadi bukanlah sesuatu yang mencemaskan. Peristiwa itu mengingatkan saya dengan hidup saya bersama Tuhan. Dalam perjalanan hidup saya, ada kalanya saya berusaha jalan semaunya saya. Bak anak yang baru bisa berjalan, saya tidak mau lagi digandeng oleh Tuhan. Saya berjalan sesuka saya dan tanpa saya sadari, saya kadang malah jadi berlari meninggalkan Tuhan. Saat itu, saya tidak terlalu memperhatikan ada batu-batu di depan saya, yang dapat membuat saya tersandung. Akhirnya saya jatuh, luka dan kesakitan. Untungnya, saya punya Bapa yang maha baik dan sangat mengasihi saya. Dengan sigap Ia mengulurkan tangan-Nya untuk menolong saya. Walaupun sempat jatuh, terluka, dan merasa kesakitan, saya dapat bangkit karena Tuhan tidak membiarkan saya tergeletak. Benarlah apa yang tertulis dalam Mazmur 3723-24 “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” SRP Mari Kita Berdoa Bapa di Sorga, terima kasih sudah menolong saya ketika saya jatuh. Ampunilah saya yang sering tidak betah digandeng oleh-Mu. Padahal, itu membuat saya menjadi mudah terjatuh. Tolonglah saya Tuhan untuk tetap mau digandeng dan dipimpin oleh Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya berdoa. Amin. Post Views 175 KOMUNITAS ONESIMUS KomOn ini adalah wadah orang-orang yang terpanggil dan tergerak hatinya untuk memperhatikan, mendoakan, menolong dan memberdayakan orang-orang yang kurang berdaya atas dasar iman, kasih, dan pengharapan. Navigasi pos
Tidak Tergeletak Siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan? Tidak ada, tentu semua orang pernah mengalaminya. Dalam berbagai hal seperti studi, pekerjaan, atau hubungan. Orang yang paling sukses sekalipun pasti pernah gagal dalam usaha-usahanya dan orang yang paling bahagia sekalipun pasti pernah mengalami kegagalan dalam suatu hubungan. Karena justru mereka yang sukses adalah mereka yang mengalami lebih banyak kegagalan namun selalu mampu berdiri kembali. Seperti anak kecil yang belajar sepeda untuk pertama kalinya, tidaklah langsung dilepas begitu saja. Melainkan dibimbing dan selalu dipegang, supaya apabila terjatuh tidak akan parah dan tidak terlalu menyakitkan, begitu juga Tuhan terhadap kita. Untuk mencapai tujuan yang lebih besar, kita harus berusaha lebih keras dan kita mungkin akan terjatuh lebih sering. Namun dalam proses yang berat itu kita tidak sendirian, tidak akan pernah sendirian. Kita berjalan bersama Yesus dan berbagi beban dengan-Nya. Apabila jatuh tidak sampai tergeletak, Tuhan berjanji untuk selalu menopang tangan kita. Mungkin kita akan tersandung berkali-kali, terjatuh beberapa kali, mengalami luka yang tidak terlalu parah atau bahkan yang parah sekalipun. Namun apakah Tuhan membiarkan kita dalam kondisi seperti itu? Tidak. Karena Ia akan selalu berjalan bersama kita, mengangkat kita saat terjatuh, dan menyembuhkan kita saat terluka. Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Mazmur 3724 Artikel Lainnya Post navigation
jatuh tidak sampai tergeletak